Jumat, Fadly Illa Dilantik

Rusman: Harus Berani Copot Anak Buah yang Kerjanya Tidak Beres

SAMARINDA. Setelah Surat Keputusan (SK) Mendagri tentang penetapan Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda keluar, tahapan berikutnya adalah pelantikan pejabat sekkot terpilih. Menurut rencana, HM Fadly Illa akan resmi menjabat sekkot pada Jumat (26/10) lusa. Fadly akan dilantik oleh Walikota Samarinda Drs H Achmad Amins MM di Rumah Jabatan Walikota Jl S Parman.

Rencana tersebut diungkapkan langsung oleh Fadly yang saat ini menjabat sebagai Plt Sekkot Samarinda. "Pelantikannya hari Jumat," kata Fadly kepada wartawan di sela-sela acara halal bilhalal DPRD Kota Samarinda, kemarin.

Disinggung apakah pelantikan dirinya dibarengkan dengan pejabat pemkot lainnya, Fadly mengatakan akan dilantik sendiri. "Seperti yang sudah-sudah, kalau sekkot dilantik sendiri (tidak bersama pejabat lain, Red)," ujarnya.

Sementara itu penetapan Fadly Illa sebagai Sekkot Samarinda mendapat tanggapan positif dari kalangan DPRD Kota Samarinda. Para anggota dewan menyebut pemilihan Fadly sebagai sekkot sudah tepat. Sebab, sebagai pejabat karir, Fadly mempunyai kemampuan yang memadai.

Fadly juga disebut mampu berkomunikasi dengan baik dengan kalangan anggota dewan. "Selama menjadi Plt Sekkot, Pak Fadly mampu berkomunikasi baik dengan anggota dewan. Setelah jadi sekkot definitive, hubungan itu harus dipertahankan, bahkan harus ditingkatkan," kata Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda Siswadi.

Tentang dipilihnya Fadly sebagai sekkot, Ketua Fraksi Persatuan DPRD Kota Samarinda H Rusman Yaqub Spd Msi mengatakan, sekkot baru harus mampu memperbaiki kinerja dan pelayanan aparat Pemkot Samarinda kepada masyarakat. Dikatakan Rusman, manajemen pelayanan perkotaan, apapun alasannya harus diakui memang belum maksimal dari berbagai hal. Sistem satu atap masih jauh dari harapan sesungguhnya.

Untuk itu kata Rusman, sekkot yang baru diharapkan mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Koordinasi antar instansi lanjut Rusman, harus betul-betul kuat, jangan sampai antar sector di lingkungan pemkot yang muncul ego sektoralnya. "Saya berharap ke depan dalam hal ini Pak Fadly Illa benar-benar menjadi sekkot yang membuktikan diri sebagai manajer kota. Ia tidak boleh terjebak dalam ranah politik, tapi tidak bisa menghindari keputusan politik dan dia harus bisa melaksanakan keputusan politik itu sesuai dengan etika birokrasi," tandas Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda itu.

Birokrasi menurutnya harus netral, sehingga tidak boleh terjebak dalam kepentingan politik tertentu. Sekkot baru katanya, harus betul-betul menjalankan fungsi birokrasi. "Pak Fadly juga harus meningkatkan kedisiplinan aparaturnya, terutama dari segi mentalitas birokrasi yang berorientasi kepada pelayanan publik," tukasnya.

Ditambahkan, sekkot baru juga harus mampu menjadi mediasi atau membangun komunikasi antara eksekutif, legislatif dan rakyat. Ini menurutnya sebagian peran dari manajer. Yakni harus mampu mengkomunikasikan program-program yang sudah menjadi keputusan politik, supaya masyarakat bisa menerima. Oleh karena itu separo kakinya Sekkot adalah memang dengan rakyat. Dia harus mampu mengurusi kerja-kerja teknis pelayanan kepada masyarakat.

"Hal itulah yang paling kita harapkan sebenarnya. Saya melihat Pak Fadly sudah membangun komunikasi yang baik, tapi dengan posisinya sebagai sekkot, saya kira ini ruang yang lebih besar lagi untuk memaksimalkan komunikasi itu. Yang juga penting untuk diperhatikan adalah, Pak Fadly harus berani mencopot anak buahnya yang kerjanya tidak beres," tegas Rusman yang juga Sekretaris DPW PPP Kaltim.

Ditambahkan Siswadi, hubungan dan komunikasi yang terjalin baik selama ini antara eksekutif dengan legislative harus ditingkatkan. Jangan hanya saat jadi Plt saja berkomunikasi dengan baik, setelah jadi sekkot definitif lantas menurun. Justru hubungan yang baik itu harus ditingkatkan. Karena ruang lingkupnya lebih besar dibanding saat jadi Plt.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Samarinda Arifin Idris berharap ada peningkatan kinerja. "Selama ini sudah baik. Tapi harus ditingkatkan lagi," kata Arifin Idris.

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim Drs H Abdussamad Msi membenarkan kalau SK penunjukan itu telah diserahkan kepada Pemkot Samarinda melalui Bagian Kepegawaian Kota Samarinda. "Tugas BKD Pemprov Kaltim mengantarkan siapa yang menjadi Sekkot di Pemkot Samarinda sudah selesai. Suratnya telah diserahkan kepada Bagian Kepegawaian Kota Samarinda tadi siang (kemarin, Red)," kata Abdussamad.

Saat ditanya dalam surat itu siapa yang ditunjuk sebagai Sekkot, Abdussamad tak menjawab tegas. Ia hanya mengatakan diantara yang diusulkan kemarin. "Ya yang diusulkan kemarinlah. Yang sudah lama-lama itu," tandas Abdussamad lagi.

Namun saat ditanya apakah yang dimaksudnya Fadly Illa, Abudussamad tak menyangkalnya.

Kepala Bagian Kepegawaian Sekkot Samarinda Drs H Syarifuddin dikonfirmasi Sapos, awalnya malah mengaku belum menerima surat dari Pemprov Kaltim, terkait penunjukkan Sekkot Samarinda. Tetapi saat disinggung kalau Abdussamad mengatakan telah mengirim SK Mendagri itu kepada Bagian Kepegawaian Kota Samarinda, baru Syarifuddin membenarkannya. Tetapi ia mengaku belum membuka surat tersebut, sehingga tidak tahu apa isinya.

Surat itu nanti yang membuka adalah Walikota Samarinda Drs H Achmad Amins MM dan baru akan diserahkan malam tadi. "Memang ada surat dari pemprov, tetapi saya tidak tahu apa isinya," katanya.

Sebelumnya Pemkot Samarinda mengajukan tiga nama untuk menjabat sebagai Sekkot Samarinda menggantikan HM Saili yang meninggal dunia beberapa waktu lalu. Tiga nama itu masing-masing Fadly Illa yang sebelumnya menjabat asisten III dan kini sementara menjadi Plt Sekkot, asisten I Hamka Halek dan Kepala Bawaskot Samarinda Drs HM Nazaruddin Msi. Ketiganya sempat menjalani fit and proper test di Pemprov Kaltim. Hasilnya Fadly Illa menduduki rangking teratas dan akhirnya terpilih menjadi Sekkot Samarinda. (rif/ias/ama)

Original Link http://www.sapos.co.id/berita/index.asp?IDKategori=279&id=90967

Average rating
(0 votes)