Diisi Talkshow Cagub dan Diskusi Panel

Mantapkan Program, Kadin Gelar Rapimprov

SAMARINDA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltim menggelar Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) selama dua hari, Senin (24/3) dan Selasa (25/3) nanti di Hotel Grand Senyiur, Balikpapan. Selain membahas laporan kegiatan 2007 dan rancangan program kerja tahun 2008, juga digelar talkshow pandangan calon gubernur Kaltim terhadap dunia usaha dan diskusi panel dengan mendatangkan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) M Lutfi, pengamat ekonomi Affiliani, serta Wali Kota Balikpapan Imdaad Hamid.

Ketua Kadin Kaltim Fauzi A Bahtar mengatakan, dalam Rapimprov yang akan dibuka Gubernur Kaltim Yurnalis Ngayoh itu, juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kadin Kaltim dengan gubernur dan Kadin Kaltim dengan Bank Indonesia (BI). “Penandatanganan MoU antara Kadin dan BI Samarinda terkait program pembinaan dan pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UKM) di Kaltim,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Fauzi mengatakan, Kadin Kaltim sudah berkomitmen melakukan beberapa langkah pengembangan dunia usaha di Kaltim. Di antaranya Kadin berkomitmen menggerakkan sektor UKM dan koperasi dengan mengedepankan sosial kultur ekonomi kerakyatan dan moral, yaitu moral ekonomi rakyat yang tidak sekadar mencari untung melainkan memperkuat silaturahmi.

“Kadin juga akan memfasilitasi kalangan perbankan untuk berperan tidak saja sebagai financial intermediary tetapi harus aktif sebagai mitra anggota Kadin dalam mengembangkan usaha. Artinya adanya jalinan kemitraan yang saling menguntungkan antara anggota Kadin dengan industri perbankan melalui pembinaan atau atensi teknis,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, Kadin Kaltim ke depan harus mampu menciptakan peluang usaha dan menangani proyek investasi di Kaltim untuk kepentingan dunia usaha dan anggota Kadin. Dengan seluruh potensi nyata anggota ditambah informasi yang didapat, maka sudah saatnya Kadin bertindak secara langsung melaksanakan beberapa investasi melalui sinergi yang diciptakan anggota Kadin, sehingga tercermin kemandirian yang solid.

“Pada akhirnya anggota Kadin tak bergantung lagi pada proyek pemerintah, khususnya jasa konstruksi, tapi beralih ke sektor perdagangan, barang, dan jasa serta menggali potensi sumber daya alam yang belum dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya. (adv)

Original Link http://www.kaltimpost.web.id/berita/index.asp?IDKategori=Ekonomi&id=250925

Average rating
(0 votes)

Comment viewing options

Select your preferred way to display the comments and click "Save settings" to activate your changes.