Search the Site:
AdvancedPilgub Diminta Diundur (Lagi)
Massa Datangi PN dan KPUD, Sempat Dorong-dorongan dengan Polisi
SAMARINDA. Sekelompok massa kembali meminta agar pelaksanaan Pilkada atau Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim, ditunda. Menurut mereka, semestinya Pilgub digelar setelah PON XVII/2008 pada 6-17 Juli mendatang.Dalam aksinya, massa mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Samarinda di Jl M Yamin dan kantor KPUD Kaltim Jl Basuki Rahmat, sekitar pukul 10.00 Wita kemarin.
Dengan mengenakan pita merah, para demonstran yang dipimpin Vendi Meru itu menyuarakan orasi agar PN dapat memberikan keputusan yang sesuai dengan harapan mereka terkait sidang mediasi gugatan perdata terhadap KPUD. Soalnya, versi mereka, KPUD disebut melakukan perbuatan melanggar hukum.
Aksi itu mendapat pengawalan yang ketat dari aparat. Vendi juga menyebut, pihaknya menolak penundaan pelaksanaan PON. Karena dikatakannya, PON adalah even bersifat nasional. Sementara Pilkada hanya kedaerahan.
Dikonfirmasi harian ini usai berorasi di PN, Vendi menjelaskan, justru banyak keuntungan bagi empat pasangan cagub dan cawagub jika Pilkada diundur. "Waktu untuk bersosialisasi dan menyampaikan program lebih panjang dan bisa sampai ke wilayah pedalaman Kaltim. Selain itu, kasihan daerah lain kalau PON diundur. Pasalnya beberapa daerah telah menghabiskan dana miliaran rupiah tiap bulan untuk persiapan atlet mereka," ujar Vendi kepada Sapos.
Sekitar 15 menit berorasi di halaman PN, demonstran kemudian bergerak ke kantor KPUD Kaltim. Di sana, puluhan anggota polisi dan brimob juga telah siaga. Pagar kawat berduri juga telah dipasang. Secara bergantian Vendi dan beberapa mahasiswa berorasi dengan harapan apa yang mereka sampaikan dapat didengar langsung serta ditanggapi anggota KPUD. Tak tanggung-tanggung, Vendi menyebut akan menginap selama tiga hari di depan kantor KPUD bersama demonstran lainnya guna menuntut penundaan Pilkada.
Keadaan makin memanas sekira pukul 15.00 Wita. Massa yang ingin bertemu dengan anggota KPUD, merangsek ingin masuk. Beberapa mobil yang akan keluar dari kantor KPUD juga harus dikawal ketat aparat. Setelah semua mobil keluar, massa kecewa karena tak dapat bertemu dengan anggota KPUD. "Mari kita masuk ke dalam," ujar salah seorang pendemo diikuti massa yang lain.
Tak pelak aksi dorong-dorongan dengan aparat pun terjadi. Bahkan aksi itu nyaris bentrok jika tidak ditenangkan aparat keamanan. Vendi Meru pun terlihat emosi termasuk massa yang lain.
Tak lama kawat berduri yang sebelumnya tak terpasang di depan pintu masuk KPUD kembali digelontorkan. Karena ada kawat berduri ditambah penjagaan ketat aparat keamanan, membuat massa mundur. (bm-2/nin)
Original Link http://www.sapos.co.id/berita/index.asp?IDKategori=279&id=99167
| « | August 2008 | |||||
|---|---|---|---|---|---|---|
| Sun | Mon | Tue | Wed | Thu | Fri | Sat |
| 1 | 2 | |||||
| 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 |
| 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 |
| 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 |
| 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 |
| 31 | ||||||
- Lomba ICT
18 weeks 10 hours ago - Dokumentasi Foto
21 weeks 21 hours ago - kaget
22 weeks 1 day ago - Haaaa ini....????
23 weeks 6 days ago - Ga Usah Banyak Cing Cong
24 weeks 2 days ago - saya mau komentar persiapan pon disamarinda
27 weeks 2 days ago - Ganti alamat
27 weeks 4 days ago - da yang kenal ma priskila gak?
27 weeks 4 days ago - << tanya >>
28 weeks 2 days ago - Bagaimana memasarkan produk kita untuk kota Samarinda
28 weeks 6 days ago



