Search the Site:
AdvancedPemkot Bangun Pabrik CPO
Hari Ini Peletakan Batu dan Panen Perdana
SAMARINDA— Akhirnya obsesi Wali Kota Samarinda Achmad Amins dalam menyediakan pabrik pengolahan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil -CPO) di kota Samarinda bakal terealisasi. Ditargetkan 1,5 tahun lagi Samarinda bakal memiliki pabrik berkapasitas 30 ton per jam dengan kapasitas 60 ton per jam. Pabrik dibangun hasil kerjasama Pemkot Samarinda dengan PT Agricinal Bengkulu di lahan seluas 39 hektare di Sungai Mukun Bentuas Palaran.“Saya sedih setiap hari melihat 40-60 truk kelapa sawit membawa sawit-sawit ke Paser untuk dijual di sana. Untuk itu kami bertekad sekuatnya dan secepatnya membangun pabrik CPO ini,” ujar Achmad Amins.
Rencananya peletakan batu pertama pembangunan pabrik CPO dan panen perdana kelapa sawit dilaksanakan Rabu (7/5).
Amins didampingi koordinator sawit Yusradiansyah menyebutkan pembangunan pabrik sawit itu akan menelan investasi kurang lebih Rp 63 miliar. Bahkan sudah banyak pihak bank yang menawarkan diri dalam hal permodalan membangun pabrik. “Seperti kita ketahui, sawit sangat prospek. Makanya banyak peminatnya,” tegas Amins lagi.
Amins menyebutkan untuk saat ini dari 1,8 juta bibit sawit yang didatangkan hasil kerjasama Pemkot Samarinda-PT Agricinal-PPKS (Pusat Penelitian Kelapa Sawit) Medan 5 tahun lalu, kini pohon kelapa sawitnya sudah terealisasi dengan tersebar di atas lahan 8.000 hektare.
“Tidak hanya di Samarinda, tapi juga di Kutai Kartanegara, Kutai Timur, bahkan Kutai Barat. Oleh karena itu, kita selaku pionernya, berkewajiban mendirikan pabrik CPO. Hal ini juga sesuai dengan visi Kota Samarinda sebagai kota jasa, industri, perdagangan dan pemukiman yang berwawasan lingkungan,” ujar Yusra menambahkan penuh semangat.
INDUSTRI HILIR
Menurut Amins pembangunan pabrik CPO ini diharapkan dapat memberikan efek domino yang cukup besar bagi pengembangan sektor kelapa sawit di Samarinda bahkan Kaltim. Diharapkan, kemudian akan tumbuh industri hilir kelapa sawit, seperti sabun, detergen, sampo, dan minyak goreng.
“Jadi bisa mensuplai ke Indonesia Timur dulu. Karena selama ini, kita yang sudah ratusan tahun interkoneksi hanya menjadi konsumen,” sebut Amins lagi.
Yusra pula mengemukakan sebagai pendamping wali kota dalam menyejahterakan rakyat melalui kelapa sawit ini tidak gampang. “Dengan tangan dingin, kami menyabarkan petani ini dengan memberikan pengertian bahwa menanam sawit ini barat sekolah, tidak langsung instan. Selain itu juga terima kasih kepada Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan serta para PPL, berkat kerjasama, petani sawit kita bisa berhasil,” tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa menanam sawit ini ibarat pegawai negeri, walaupun tidak bekerja lagi, tetap menerima uang pensiun. “Jadi kita anjurkan petani tidak menjual lahannya, karena rugi besar. Pendapatan sawit per 2 hektar Rp 5 juta per bulan. Sementara jika dijual 1 hektar hanya Rp 20 juta dan dalam 4 bulan produksi sudah kembali. Kita harapkan, jadilah pengusaha di lahan sendiri, demi masa depan anak cucu kita juga,” tegas Yusra yang juga Sekretaris Korpri Kota Samarinda ini.(hms6)
Original Link http://www.kaltimpost.web.id/berita/index.asp?Berita=Samarinda&id=256328
- Lomba ICT
4 weeks 3 days ago - Dokumentasi Foto
7 weeks 3 days ago - kaget
8 weeks 4 days ago - Haaaa ini....????
10 weeks 2 days ago - Ga Usah Banyak Cing Cong
10 weeks 5 days ago - saya mau komentar persiapan pon disamarinda
13 weeks 5 days ago - Ganti alamat
14 weeks 8 hours ago - da yang kenal ma priskila gak?
14 weeks 9 hours ago - << tanya >>
14 weeks 5 days ago - Bagaimana memasarkan produk kita untuk kota Samarinda
15 weeks 2 days ago



