Search the Site:
AdvancedSistem Lalin Dalam Kota Tak Boleh Dilupakan
Kawasan Rawan Macet Bertambah, Pemkot Harus Cari Solusi
SAMARINDA. Sistem rekayasa arus lalu-lintas di Samarinda memang harus dipikirkan secara khusus. Bukan hanya jalur-jalur tertentu yang dinilai rawan dan mengancam pelaksanaan PON, terutama jalur Jembatan Mahakam, sistem pengaturan lalu-lintas di dalam kota juga harus dibenahi.Karena saat ini sejumlah kawasan di dalam kota juga mulau semrawut, padat dan rawan menimbulkan kemacetan. Harapan agar sistem arus lalu-lintas kendaraan di dalam kota ini juga dibenahi, diungkapkan sejumlah warga.
"Di beberapa kawasan, saat ini sering kita temui titik-titik macet. Terutama di persimpangan jalan yang volume kendaraannya padat. Seperti di kawasan Simpang Air Putih, kemudian di persimpangan Air Hitam, hampir tiap hari selalu macet. Lebar jalannya tetap, sementara kendaraan tiap hari bertambah. Apalagi kalau traffic light nya dibuat bersamaan," ungkap Yusdi, warga Jl Wira 3 kepada Sapos.
Kondisi persimpangan jalan yang sempit, membuat tumpukan kendaraan terjadi di beberapa kawasan. Misalnya di persimpangan JL KS Tubun (Argamulya) yang selalu padat kendaraan, terutama di jam-jam sibuk.
"Memang hampir setiap hari kondisinya seperti ini. Apalagi kalau jam sibuk, saat orang mau ke kantor atau pulang kantor, ditambah jam pulang sekolah. Kawasan ini pasti macet. Kita bahkan memplot anggota khusus, untuk menjaga dan mengatur persimpangan ini," ungkap seorang petugas Satlantas Poltabes Samarinda, kemarin.
Padatnya arus lalu-lintas di dalam kota semakin terlihat dan terasa, ketika ada even akbar. Seperti yang tampak kemarin, ketika di kawasan parkir GOR Segiri digelar kampanye terbuka. Arus kendaraan yang ada di kawasan Jl Kesuma Bangsa, Jl Agus Salim, sampai kawasan Jl Abul Hasan kena imbasnya. Tumpukan kendaraan memanjang dan membuat kemacetan yang luar biasa.
"Sudah saatnya Dishub segera melakukan antisipasi. Jangan cuma fokus pada arus kendaraan PON saja. Padahal arus kendaraan dalam kota juga sudah semakin padat dan semakin semrawut. Artinya harus sama-sama dipikirkan sistem rekayasanya. Disosialisasikan ke masyarakat, supaya paham. Khusus untuk PON, harusnya sekarang sudah mulai disimulasikan. Jangan nanti ketika sudah dekat PON, baru kebingungan," tegas Syarif Hidayatullah, warga Perum Griya Mukti Sejahtera.
Sebelumnya, Kasatlantas Poltabes Samarinda, Kompol Nugrah Trihadi SIK, sempat mensosialisasikan salah satu alternatif sistem rekayasa lalu-lintas saat PON mendatang. Yakni sistem buka-tutup yang akan dijalankan di jalur Jembatan Mahakam.(win)
Original Link http://www.sapos.co.id/berita/index.asp?IDKategori=279&id=99666
| « | August 2008 | |||||
|---|---|---|---|---|---|---|
| Sun | Mon | Tue | Wed | Thu | Fri | Sat |
| 1 | 2 | |||||
| 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 |
| 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 |
| 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 |
| 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 |
| 31 | ||||||
- Lomba ICT
18 weeks 10 hours ago - Dokumentasi Foto
21 weeks 21 hours ago - kaget
22 weeks 1 day ago - Haaaa ini....????
23 weeks 6 days ago - Ga Usah Banyak Cing Cong
24 weeks 2 days ago - saya mau komentar persiapan pon disamarinda
27 weeks 2 days ago - Ganti alamat
27 weeks 4 days ago - da yang kenal ma priskila gak?
27 weeks 4 days ago - << tanya >>
28 weeks 2 days ago - Bagaimana memasarkan produk kita untuk kota Samarinda
28 weeks 6 days ago



