Pemkot Bantah Minim Dana

Hari Ini KLB Dievaluasi, Ada Alokasi Khusus Penyakit Wabah dan Bencana Alam

SAMARINDA – Pemkot Samarinda membantah belum naiknya status penanganan penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Samarinda, dari status siaga menjadi kejadian luar biasa (KLB), akibat minimnya dana. Menurut Kabid Humas Pemkot Faisal, tidak ada masalah dana dalam melakukan KLB. Karena katanya, pemkot memiliki alokasi dana untuk melakukan penanganan terhadap bencana alam dan penyakit wabah. "Kalau dana, tidak ada masalah. Jadi komentar KLB tidak dilakukan pemkot karena minim dana, itu tidak benar," ujarnya.

Faisal juga menyatakan, penetapan KLB tidak bisa disebabkan hanya karena terjadi peningkatan kasus dibanding tahun sebelumnya. Ada faktor-faktor lain yang menurutnya, harus diperhatikan.

"Data Diskes Kaltim, bahwa DBD sudah meningkat 3 kali lipat, hanya merupakan satu dari beberapa indikator yang ada. Jadi ada indikator lain yang juga harus diperhatikan, seperti bagaimana siklus peningkatan selama 5 tahun. Kalau dilihat dari indikator ini, peningkatan DBD tidak signifikan," ujarnya.

Menurut Faisal, pembahasan KLB penyakit DBD di Samarinda akan dilakukan. Katanya, dalam rapat yang dipimpin Wakil Wali Kota Syahrie Jaang hari ini, keputusan KLB atau tidak, akan dilakukan. "Sebenarnya ini sudah diagendakan beberapa hari sebelumnya. Namun karena ada berbagai kegiatan, seperti rapat terkait pelaksanaan PON, terpaksa harus diatur waktu pembahasan baru. Yaitu hari ini, keputusan itu akan dievaluasi. Bila memang terjadi KLB, maka status itu akan ditetapkan mulai hari ini," ujar Faisal.

Seperti diberitakan, DBD semakin gawat dan mengkhawatirkan warga. Pasalnya, berdasarkan data Diskes Kaltim, jumlah kasus di kota tepian ini termasuk yang cukup tinggi setelah Balikpapan. Bahkan pada April, kasus yang ditemukan di Samarinda mencapai hampir tiga kali lipat dibandingkan bulan yang sama (April) pada tahun sebelumnya. April 2007, jumlah kasus yang ditemukan hanya 79 kasus, sedangkan pada tahun 2008 ini jumlahnya mencapai 219 kasus.

Sementara itu, untuk meningkatkan pelayanan pemberantasan DBD, berbagai pihak digandeng pihak pemkot. Seperti Bank Pembangunan Daerah (BPD) Samarinda dan PT Sejahtera Group. Menurut Yahya Agustiono, salah satu karyawan PT Sejahtera Group, pihaknya siap memberikan pelayanan fogging gratis kepada masyarakat Samarinda yang membutuhkan. "Kami siap melayani gratis. Ada atau tidak ada kasus, bila memang rawan DBD, akan kami lakukan fogging gratis," ujar Yahya. Warga juga bisa menghubungi ke nomor 0811557313 untuk mendapatkan fogging gratis. (*/che).

Original Link http://www.kaltimpost.web.id/berita/index.asp?Berita=Samarinda&id=257130

Average rating
(0 votes)