Search the Site:
AdvancedMohammad Adriyanto
Pembukaan PON 2008 Senilai Rp 22 Milyar
Akhirnya PON 2008 yang penuh kontroversi dan karena berbagai masalah politik akhirnya diselenggarakan sangat terburu-buru dibuka juga. Acara pembukaan yang ditenderkan dan dimenangkan sebuah perusahaan EO dari Jakarta itu ternyata berlangsung sukses dan lancar. Dimulai dengan aksi terjun payung dan diakhiri pesta kembang api 15 menit, acara ini dipadati 30 ribuan penonton di Stadion Utama Palaran (Kompas menulis 30 ribu, Jawa Pos bilang 40 ribu, yang benar mana, kurang tahu, tidak ada info resmi).
Walau hanya mengikutinya melalui siaran langsung TVRI Nasional tanpa suara sama sekali, namun sebagai warga Kaltim, saya ikut bangga juga. Siaran langsung nasional juga cukup baik dan langsung dibawakan oleh crew TVRI Kaltim yang saya kenal. Istri saya hadir disana sejak siang dan kabarnya pulang tengah malam, tiba di rumah dini hari.
Konon acara pembukaan ini ditenderkan dengan nilai Rp 22 milyar, suatu angka yang sungguh mencengangkan. Tapi mengingat bahwa sebagian besar SDM kunci, peralatan dan bahan acara harus didatangkan dari luar Kaltim, plus pengerjaan dalam waktu sangat singkat, maka saya pikir angka itu masih "wajar" juga.
Acaranya sendiri saya lihat biasa saja, tidak ada yang spektakuler dan unik. Bagi saya, yang agak menarik adalah penyediaan lampu sorot yang berjumlah puluhan yang menyorot secara bergerak dari segala penjuru stadion kedalam stadion, di Kompas ditulis bahwa lampu ini berkapasitas 4 juta watt, wuahh... Lighting secara keseluruhan OK... Sayang kamera TV TVRI kekurangan lighting saat harus menyorot ke panggung kehormatan, sayang sekali, harusnya bisa diantisipasi segera.
Yang cukup menakjubkan juga adalah obor raksasa di stadion yang sangat besar dan berarsitektur unik dan megah. Saat stadion gelap, obor ini tampak sungguh luar biasa. Kobaran apinya sangat besar...
Dua minggu kedepan Kaltim akan sangat ramai dengan kegiatan PON, mudah-mudahan stamina semua pihak yang terlibat bisa tetap dipertahankan agar penyelenggaraan secara keseluruhan bisa sukses, tidak hanya acara pembukaan saja.
Empat tahun lagi PON mendatang diadakan, kita tunggu kemegahan lain di daerah kaya lainnya, Provinsi Riau...
Foto-foto diambil dari TribunKaltim.co.id
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id
Walau hanya mengikutinya melalui siaran langsung TVRI Nasional tanpa suara sama sekali, namun sebagai warga Kaltim, saya ikut bangga juga. Siaran langsung nasional juga cukup baik dan langsung dibawakan oleh crew TVRI Kaltim yang saya kenal. Istri saya hadir disana sejak siang dan kabarnya pulang tengah malam, tiba di rumah dini hari.
Konon acara pembukaan ini ditenderkan dengan nilai Rp 22 milyar, suatu angka yang sungguh mencengangkan. Tapi mengingat bahwa sebagian besar SDM kunci, peralatan dan bahan acara harus didatangkan dari luar Kaltim, plus pengerjaan dalam waktu sangat singkat, maka saya pikir angka itu masih "wajar" juga.
Acaranya sendiri saya lihat biasa saja, tidak ada yang spektakuler dan unik. Bagi saya, yang agak menarik adalah penyediaan lampu sorot yang berjumlah puluhan yang menyorot secara bergerak dari segala penjuru stadion kedalam stadion, di Kompas ditulis bahwa lampu ini berkapasitas 4 juta watt, wuahh... Lighting secara keseluruhan OK... Sayang kamera TV TVRI kekurangan lighting saat harus menyorot ke panggung kehormatan, sayang sekali, harusnya bisa diantisipasi segera.
Yang cukup menakjubkan juga adalah obor raksasa di stadion yang sangat besar dan berarsitektur unik dan megah. Saat stadion gelap, obor ini tampak sungguh luar biasa. Kobaran apinya sangat besar...
Dua minggu kedepan Kaltim akan sangat ramai dengan kegiatan PON, mudah-mudahan stamina semua pihak yang terlibat bisa tetap dipertahankan agar penyelenggaraan secara keseluruhan bisa sukses, tidak hanya acara pembukaan saja.
Empat tahun lagi PON mendatang diadakan, kita tunggu kemegahan lain di daerah kaya lainnya, Provinsi Riau...
Foto-foto diambil dari TribunKaltim.co.id
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id
Categories: Blog Urang Samarinda
Kesibukan Menjelang Pembukaan PON VII 2008
Walau tidak terlibat secara langsung, namun saya beruntung bisa ada di tempat-tempat "unik" yang mungkin tidak dialami oleh orang lain dan berkesempatan "merekamnya" dalam blog saya. Hari ini tanggal 5 Juli 2008, hari penting dalam sejarah Kaltim, upacara pembukaan PON VII. Dari Tarakan jam 7.30 pagi saya berangkat ke Balikpapan, namun bandara Sepinggan ditutup karena hujan lebat sehingga pesawat saya dialihkan ke Banjarmasin. Untung hanya sebentar sudah bisa take off lagi. Jam 11 siang saya tiba di bandara Sepinggan. Wah... luar biasa sibuk. Flight Batavia saya sampai mutar-mutar diatas kota Balikpapan sekitar 10-15 menit menunggu antrian landing dalam cuaca buruk. Beberapa atlit Kalsel ada dalam pesawat yang sama.
Tiba di Sepinggan hujan lebat, atlit PON yang sebelumnya langsung dialihkan ke tenda raksasa di samping ruang kedatangan terpaksa dimasukkan semuanya ke alur kedatangan normal bersama ratusan penumpang masa liburan yang sudah crowded. Rasanya inilah masa dimana saya melihat Balikpapan jadi "hidup" dan ramai sekali seperti ini. Setelah berdesak-desakkan mengambil bagasi bersama rombongan atlit Banten, Jabar dan sedikit DKI Jakarta dan Kalbar, saya akhirnya lolos keluar. Diluar pun ramainya luar biasa karena begitu banyaknya flight yang delay. Ramai campuran muka-muka segar atlit PON dan muka-muka kuyu keluarga yang mau liburan.
Sore ini ada acara pembukaan PON yang diperkirakan bakal spektakuler yang dibuka Presiden SBY. Acara seharga Rp 22 milyar ini tidak bisa saya nikmati karena harus langsung ke Surabaya. Untunglah istri saya akan ikut hadir sebagai reporter TVRI. Dia akan membawa kamera video pribadi juga untuk mengabadikan acara super langka ini untuk saya dan anak-anak yang tidak bisa berada disana. I'll share it with you someday...
Hari ini juga unik keadaannya karena ada 2 panser diparkir persis disamping kedatangan VIP lengkap dengan tentaranya. Polisi pun sliwar-sliwer dimana-mana karena RI 1 akan datang. Tapi untungnya tidak ada security yang berlebihan. Saya bisa jalan kesana kemari motret suasana.
Asyik juga... Namun saya jadi teringat rekan-rekan seperjuangan saya yang saat ini lagi sibuk-sibuknya menjadi panitia pelaksana PON. Saya yakin sebagian dari mereka yang terlibat di tim IT pasti sedang keringat dingin saat ini. Kompas hari ini menurunkan laporan halaman depan tentang kacaunya koordinasi dan minimnya informasi PON. Sedih juga... Cerita itu sudah saya duga akan terjadi dari awal, tapi tidak menduga akan sedemikian parahnya. Hingga hari h-0, website tidak menunjukkan tanda-tanda "kehidupan". Dua emas yang sudah keluar di Tarakan tidak muncul di sistem informasi PON yang direpresentasikan melalui website PON di http://ponkaltim-vii.com. Jadwal pertandingan di web tidak muncul, di lapangan apalagi, baik di Samarinda maupun di lokasi lain seperti Tarakan (baca posting saya sebelumnya).
Akan gagal kah sistem IT PON? Tampaknya ya... kalau hari-0 masih seperti ini, rasanya akan sangat sulit ada recovery dalam keadaan yang tambah sibuk, koordinasi tampah kompleks dan semua orang yang terlibat tambah capek dan stress. Mudah-mudahan teman-teman panitia masih tegar dan bisa berbuat sesuatu untuk rebound.
Saya sertakan beberapa jepretan saya akan suasana meriah ini... selamat berjuang teman-teman...
Update:
Ternyata MetroTV juga punya segmen kecil mengenai PON di beritanya. Kemudian Kompas juga mendedikasikan 2-3 halaman per hari untuk liputan khusus PON. TV swasta lain? Tampaknya sangat sedikit liputannya. Yang paling banyak tentu saja TVRI termasuk TVRI Kaltim. Ikuti terus TVRI Kaltim, dijamin lengkap liputannya :-)
Update:
Saya sempat lihat juga bahwa RCTI sudah memberi spot khusus di berita sorenya. Bagus sekali... semakin banyak peliputan, semakin baik bagi promosi POn keluar Kaltim.
Tulisan ini juga di posting di Blog PON 2008 http://pon2008.web.id
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id
Tiba di Sepinggan hujan lebat, atlit PON yang sebelumnya langsung dialihkan ke tenda raksasa di samping ruang kedatangan terpaksa dimasukkan semuanya ke alur kedatangan normal bersama ratusan penumpang masa liburan yang sudah crowded. Rasanya inilah masa dimana saya melihat Balikpapan jadi "hidup" dan ramai sekali seperti ini. Setelah berdesak-desakkan mengambil bagasi bersama rombongan atlit Banten, Jabar dan sedikit DKI Jakarta dan Kalbar, saya akhirnya lolos keluar. Diluar pun ramainya luar biasa karena begitu banyaknya flight yang delay. Ramai campuran muka-muka segar atlit PON dan muka-muka kuyu keluarga yang mau liburan.
Sore ini ada acara pembukaan PON yang diperkirakan bakal spektakuler yang dibuka Presiden SBY. Acara seharga Rp 22 milyar ini tidak bisa saya nikmati karena harus langsung ke Surabaya. Untunglah istri saya akan ikut hadir sebagai reporter TVRI. Dia akan membawa kamera video pribadi juga untuk mengabadikan acara super langka ini untuk saya dan anak-anak yang tidak bisa berada disana. I'll share it with you someday...
Hari ini juga unik keadaannya karena ada 2 panser diparkir persis disamping kedatangan VIP lengkap dengan tentaranya. Polisi pun sliwar-sliwer dimana-mana karena RI 1 akan datang. Tapi untungnya tidak ada security yang berlebihan. Saya bisa jalan kesana kemari motret suasana.
Asyik juga... Namun saya jadi teringat rekan-rekan seperjuangan saya yang saat ini lagi sibuk-sibuknya menjadi panitia pelaksana PON. Saya yakin sebagian dari mereka yang terlibat di tim IT pasti sedang keringat dingin saat ini. Kompas hari ini menurunkan laporan halaman depan tentang kacaunya koordinasi dan minimnya informasi PON. Sedih juga... Cerita itu sudah saya duga akan terjadi dari awal, tapi tidak menduga akan sedemikian parahnya. Hingga hari h-0, website tidak menunjukkan tanda-tanda "kehidupan". Dua emas yang sudah keluar di Tarakan tidak muncul di sistem informasi PON yang direpresentasikan melalui website PON di http://ponkaltim-vii.com. Jadwal pertandingan di web tidak muncul, di lapangan apalagi, baik di Samarinda maupun di lokasi lain seperti Tarakan (baca posting saya sebelumnya).
Akan gagal kah sistem IT PON? Tampaknya ya... kalau hari-0 masih seperti ini, rasanya akan sangat sulit ada recovery dalam keadaan yang tambah sibuk, koordinasi tampah kompleks dan semua orang yang terlibat tambah capek dan stress. Mudah-mudahan teman-teman panitia masih tegar dan bisa berbuat sesuatu untuk rebound.
Saya sertakan beberapa jepretan saya akan suasana meriah ini... selamat berjuang teman-teman...
Update:
Ternyata MetroTV juga punya segmen kecil mengenai PON di beritanya. Kemudian Kompas juga mendedikasikan 2-3 halaman per hari untuk liputan khusus PON. TV swasta lain? Tampaknya sangat sedikit liputannya. Yang paling banyak tentu saja TVRI termasuk TVRI Kaltim. Ikuti terus TVRI Kaltim, dijamin lengkap liputannya :-)
Update:
Saya sempat lihat juga bahwa RCTI sudah memberi spot khusus di berita sorenya. Bagus sekali... semakin banyak peliputan, semakin baik bagi promosi POn keluar Kaltim.
Tulisan ini juga di posting di Blog PON 2008 http://pon2008.web.id
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id
Categories: Blog Urang Samarinda
PON Membawa Berkah Bagi Penjual Souvenir
Baru beberapa jam tiba di tanah Kalimantan Timur, saya lihat banyak atlit PON yang ada di bandara Sepinggan langsung menyerbu toko-toko souvenir dan memborong banyak item barang. Ini dulu yang dicita-citakan mantan Gubernur Suwarna AF. Sayang ybs saat ini sama sekali tidak bisa ikut hadir dan menikmatinya. Sukses Prestasi, Sukses Penyelenggaraan, Sukses Ekonomi Kerakyatan. Itu semboyan yang ybs dengungkan sejak awal penunjukan Kaltim sebagai tuan rumah. Walau belum seperti di Euro 2008 misalnya, tapi saya yakin akan sangat banyak efek dominonya bagi ekonomi Kalimantan Timur.
Bandara Sepinggan Balikpapan yang relatif bagus dan megah pasti akan membawa impresi yang baik bagi para atlit dalam melihat daerah ini. Mudah-mudahan selama penyelenggaraan PON nanti mereka akan juga bisa mendapatkan lebih banyak pengalaman menyenangkan. Kalau melihat dari wajah para atlit yang baru tiba, semuanya cerah dan senang mendapat pengalaman baru di daerah "kaya" Kalimantan Timur.
Pastilah nantinya mereka akan lebih banyak lagi membelanjakan uangnya untuk dipakai selama di Kaltim. Kalau melihat gelagat kecil di bandara ini, saya semakin yakin bahwa masa penyelenggaraan PON akan menjadi masa menyenangkan bagi masyarakat, walau mungkin akan mengurangi banyak kenyamanan yang ada selama ini.
Artikel blog ini juga ditampilkan di http://pon2008.web.id
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id
Bandara Sepinggan Balikpapan yang relatif bagus dan megah pasti akan membawa impresi yang baik bagi para atlit dalam melihat daerah ini. Mudah-mudahan selama penyelenggaraan PON nanti mereka akan juga bisa mendapatkan lebih banyak pengalaman menyenangkan. Kalau melihat dari wajah para atlit yang baru tiba, semuanya cerah dan senang mendapat pengalaman baru di daerah "kaya" Kalimantan Timur.
Pastilah nantinya mereka akan lebih banyak lagi membelanjakan uangnya untuk dipakai selama di Kaltim. Kalau melihat gelagat kecil di bandara ini, saya semakin yakin bahwa masa penyelenggaraan PON akan menjadi masa menyenangkan bagi masyarakat, walau mungkin akan mengurangi banyak kenyamanan yang ada selama ini.
Artikel blog ini juga ditampilkan di http://pon2008.web.id
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id
Categories: Blog Urang Samarinda
PON 2008 di Tarakan
Pagi ini saya menyaksikan persiapan pertandingan aeromodelling PON (Pekan Olahraga Nasional) VII 2008 di kota Tarakan, Kalimantan Timur. Kebetulan harus berangkat dengan pesawat terpagi setelah beberapa hari di kota ini. Perlombaan aeromodelling dilaksanakan di apron baru bandar udara Juwata. Setelah disiram hujan tadi malam, jalan akses menuju apron yang masih berupa tanah telanjang menjadi becek total dan harus diberi titian darurat dari papan kayu. Jala jaring pembatas yang kemarin dipasang membatasi wilayah lomba dengan bandara ternyata rubuh tadi malam karena hujan dan angin.
Keadaan sepi, hanya ada 2 tim yang ada di lokasi yaitu tim Banten dan Riau yang masih sibuk merakit pesawat mereka. Juga ada beberapa panitia dari TNI yang mulai memasang sound system di tengah apron yang diberi 3 tenda tempur hijau serta sebuah tarub kecil untuk bernaung. Tampak sangat sederhana dan sepi sekali untuk ukuran suatu pesta olahraga terbesar di tanah air. Tidak ada sedikitpun info baik berupa tempelan kertasa atau papan atau banner yang menunjukkan bahwa lokasi itu adalah lokasi lomba PON untuk aeromodelling. Apalagi jika mau mencari jadwal lomba, peserta atau info detail lain. Entahlah, mungkin pada saat lomba benar-benar sudah berlangsung nanti akan lebih ramai suasananya.
Sementara TV di ruang tunggu bandara Juata yang menayangkan siaran TV nasional justru sibuk memberitakan Wimbledon, F1, dan berita olahraga luar negeri lainnya. Tak satupun menyinggung PON. Namun masih beruntung di koran lokal Radar Tarakan pagi ini memberitakan banyak hal mengenai PON, terutama diraihnya emas pertama dari catur putri yang direbut Jabar di Tarakan. Berita utama lain adalah akan dibukanya PON secara resmi di Samarinda malam ini di stadion baru nan megah di Palaran Samarinda yang akan dibuka oleh Presiden RI, SBY.
Di Tarakan sendiri, kecuali masalah sulitnya mencari kamar hotel, rasanya kehadiran PON dan 6 cabang olahraga yang dipertandingkan disini tidak banyak membawa perubahan ritme kehidupan masyarakat. Tidak seperti di Samarinda yang jadi berubah dan kotanya jadi padat sekali keadaannya. Spanduk disini banyak, namun masyarakat tenang-tenang saja, mungkin karena pertandingan disini adalah cabang yang tidak populer seperti catur, bridge, aeromodelling dan lainnya yang saya lupa. Satu yang mungkin akan cukup ramai ditonton adalah billiard karena banyaknya preman di kota ini yang mustinya akan sangat tertarik melihat jago-jago billiard se tanah air bermain.
Di hotel tempat saya menginap, Barito Timur, dipakai sebagai markas tim DKI Jakarta. Keadaannya juga santai saja. Para staf tim DKI yang juga sangat sederhana dalam peralatan sibuk mengumpulkan info dan menuliskannya diatas karton dan ditempel di dinding ruang mereka. Ada juga disitu tim aeromodelling dari Kepulauan Riau.
Karena kebetulan saya punya minat besar di bidang aeromodelling waktu kecil, jadi saya sempatkan diri menghampiri venue di apron bandara dan melihat-lihat pesawat model mereka. Asyik juga...
Setelah itu di bagian lain bandara agak jauh dari ruang tunggu keberangkatan terdapat venue lain yaitu untuk perlombaan terjun payung. Namun baru akan dimulai 6 Juli besok, namun tampaknya kesibukan lebih kelihatan disitu. Kemungkinan juga akan dapat menarik minat masyarakat tarakan untuk menonton.
Sayangnya saya tidak dapat langsung memasukkan tulisan blog saya ini karena Telkom Hotspot pakai iVas yang ada di ruang bandara Juata ternyata macet tidak bisa dipakai. Padahal saya sudah senang sekali karena ada fasilitas ini di kota kecil Tarakan, di Balikpapan justru tidak ada. Terpaksa menunggu koneksi lain ke Internet untuk posting ke blog saya.
Venue perlombaan terjun payung
Jaring pembatas yang rubuh antara terminal bandara dengan venue aeromodelling
Suasana di pagi hari venue aeromodelling
Landmark bandara Juata Tarakan, pompa minyak bumi kuno
Tower kontrol lalu-lintas penerbangan (ATC) bandara Juata Tarakan
Hotel posko tim DKI Jakarta yang sederhana
Tulisan ini juga di posting di Blog PON 2008 http://pon2008.web.id
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id
Keadaan sepi, hanya ada 2 tim yang ada di lokasi yaitu tim Banten dan Riau yang masih sibuk merakit pesawat mereka. Juga ada beberapa panitia dari TNI yang mulai memasang sound system di tengah apron yang diberi 3 tenda tempur hijau serta sebuah tarub kecil untuk bernaung. Tampak sangat sederhana dan sepi sekali untuk ukuran suatu pesta olahraga terbesar di tanah air. Tidak ada sedikitpun info baik berupa tempelan kertasa atau papan atau banner yang menunjukkan bahwa lokasi itu adalah lokasi lomba PON untuk aeromodelling. Apalagi jika mau mencari jadwal lomba, peserta atau info detail lain. Entahlah, mungkin pada saat lomba benar-benar sudah berlangsung nanti akan lebih ramai suasananya.
Sementara TV di ruang tunggu bandara Juata yang menayangkan siaran TV nasional justru sibuk memberitakan Wimbledon, F1, dan berita olahraga luar negeri lainnya. Tak satupun menyinggung PON. Namun masih beruntung di koran lokal Radar Tarakan pagi ini memberitakan banyak hal mengenai PON, terutama diraihnya emas pertama dari catur putri yang direbut Jabar di Tarakan. Berita utama lain adalah akan dibukanya PON secara resmi di Samarinda malam ini di stadion baru nan megah di Palaran Samarinda yang akan dibuka oleh Presiden RI, SBY.
Di Tarakan sendiri, kecuali masalah sulitnya mencari kamar hotel, rasanya kehadiran PON dan 6 cabang olahraga yang dipertandingkan disini tidak banyak membawa perubahan ritme kehidupan masyarakat. Tidak seperti di Samarinda yang jadi berubah dan kotanya jadi padat sekali keadaannya. Spanduk disini banyak, namun masyarakat tenang-tenang saja, mungkin karena pertandingan disini adalah cabang yang tidak populer seperti catur, bridge, aeromodelling dan lainnya yang saya lupa. Satu yang mungkin akan cukup ramai ditonton adalah billiard karena banyaknya preman di kota ini yang mustinya akan sangat tertarik melihat jago-jago billiard se tanah air bermain.
Di hotel tempat saya menginap, Barito Timur, dipakai sebagai markas tim DKI Jakarta. Keadaannya juga santai saja. Para staf tim DKI yang juga sangat sederhana dalam peralatan sibuk mengumpulkan info dan menuliskannya diatas karton dan ditempel di dinding ruang mereka. Ada juga disitu tim aeromodelling dari Kepulauan Riau.
Karena kebetulan saya punya minat besar di bidang aeromodelling waktu kecil, jadi saya sempatkan diri menghampiri venue di apron bandara dan melihat-lihat pesawat model mereka. Asyik juga...
Setelah itu di bagian lain bandara agak jauh dari ruang tunggu keberangkatan terdapat venue lain yaitu untuk perlombaan terjun payung. Namun baru akan dimulai 6 Juli besok, namun tampaknya kesibukan lebih kelihatan disitu. Kemungkinan juga akan dapat menarik minat masyarakat tarakan untuk menonton.
Sayangnya saya tidak dapat langsung memasukkan tulisan blog saya ini karena Telkom Hotspot pakai iVas yang ada di ruang bandara Juata ternyata macet tidak bisa dipakai. Padahal saya sudah senang sekali karena ada fasilitas ini di kota kecil Tarakan, di Balikpapan justru tidak ada. Terpaksa menunggu koneksi lain ke Internet untuk posting ke blog saya.
Venue perlombaan terjun payung
Jaring pembatas yang rubuh antara terminal bandara dengan venue aeromodelling
Suasana di pagi hari venue aeromodelling
Landmark bandara Juata Tarakan, pompa minyak bumi kuno
Tower kontrol lalu-lintas penerbangan (ATC) bandara Juata Tarakan
Hotel posko tim DKI Jakarta yang sederhana
Tulisan ini juga di posting di Blog PON 2008 http://pon2008.web.id
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id
Categories: Blog Urang Samarinda
Karanganyar yang Dipimpin Bupati Cantik
Saya dapat kesempatan untuk menelusuri sebagian kecil dari Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah dalam waktu singkat kemarin. Kota ini dipimpin oleh seorang wanita, muda, cantik, atraktif dan tampak cukup agresif. Ini pertama kalinya bagi saya masuk ke suatu daerah yang dipimpin oleh wanita. Ada yang terasa beda, walau tidak banyak, apalagi saya hanya melihat kulit luarnya saja. Beda pertama tentu saja dari sisi kerapian dan kebersihannya. Dibanding kota saya di Kalimantan, kota ini jauh lebih rapi dan bersih. Kotanya bagus, walaupun hampir tidak ada bangunan besar nan mewah di daerah ini, namun karena rapi, bersih dan hijau, siapapun yang datang akan merasa nyaman.
Kemudian, dari soal kekuatan keuangan, tampak sekali bahwa kota ini tergolong pas-pasan, terutama bila dibanding daerah kaya seperti Kaltim. Pembangunan fisik tidak banyak, dinamika ekonomi juga biasa saja, namun penduduknya tampak riang dan santai. Dengan sedikitnya anggaran, mereka mampu secara tepat guna dan efisien mengelolanya. Di daerah saya, anggaran super berlimpah, tapi malah banyak salah urus dan malah tidak mampu mengangkat ekonomi secara keseluruhan. Inilah mungkin keunggulan daerah-daerah terpencil di Jawa. Efisien dan tentu saja less stress...
Saya kemudian masuk ke daerah pinggiran Karanganyar, menelusuri jalan berkelok-kelok menuju suatu desa kecil bernama XXX (lupa). Indah sekali, topografinya yang berbukit-bukit, terdapat banyak sawah bertingkat-tingkat diselingi hutan-hutan kecil berwarna-warni hijau, coklat, oranye (karena pas masuk "musim semi"). Uniknya, masuk hingga cukup jauh, jalanan aspal masih tetap bagus dan rapi. Disana-sini banyak dipasang baliho/poster besar bergammbar bupati cantik mereka yang "jualan" akte kelahiran gratis dan macam-macam layanan lain pemerintah daerah.
Enak juga punya bupati yang "enak dilihat" seperti itu. Saya tidak sampai mencari tahu sampai seberapa jauh masyarakat menyenangi pemimpinnya, tapi saya yakin pasti tingkat keberterimaan masyarakat terhadap bupati yang satu ini cukup tinggi, paling tidak bisa dilihat dari kemenangannya di Pilkada yang baru lalu.
Ini fenomena baru. Di sebuah kabupaten lain di Jawa Tengah, Kebumen, juga dipimpin oleh bupati wanita yang cantik. Bahkan bupati Kebumen ini baru saja melaju lebih jauh memenangi pemilihan gubernur Jawa Tengah sebagai wakil gubernur.
Mungkin masyarakat mulai bosan juga dengan permainan politik yang didominasi kaum pria. Dengan adanya teknologi digital printing yang sangat murah seperti saat ini, sungguh mudah menjual "kecantikan" seorang calon pimpinan wanita ke masyarakat luas yang "lugu" seperti di Karanganyar dan Kebumen.
Seperti yang saya alami di Karanganyar. Berjalan menelusuri jalan berkelok-kelok di pedalamannya, bosan melihat sawah, hutan dan rumah pedesaan, tiba-tiba di pengkolan jalan tersembul poster super besar bergambar bupati cantik yang tersenyum menawarkan layanan pemerintahan...
Siapa mau ikut Karanganyar?
Catatan:
Perjalanan ini saya lakukan dalam rangka mengantar saudara sepupu saya Anjar yang melakukan akad nikah di Karanganyar.
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id
Kemudian, dari soal kekuatan keuangan, tampak sekali bahwa kota ini tergolong pas-pasan, terutama bila dibanding daerah kaya seperti Kaltim. Pembangunan fisik tidak banyak, dinamika ekonomi juga biasa saja, namun penduduknya tampak riang dan santai. Dengan sedikitnya anggaran, mereka mampu secara tepat guna dan efisien mengelolanya. Di daerah saya, anggaran super berlimpah, tapi malah banyak salah urus dan malah tidak mampu mengangkat ekonomi secara keseluruhan. Inilah mungkin keunggulan daerah-daerah terpencil di Jawa. Efisien dan tentu saja less stress...
Saya kemudian masuk ke daerah pinggiran Karanganyar, menelusuri jalan berkelok-kelok menuju suatu desa kecil bernama XXX (lupa). Indah sekali, topografinya yang berbukit-bukit, terdapat banyak sawah bertingkat-tingkat diselingi hutan-hutan kecil berwarna-warni hijau, coklat, oranye (karena pas masuk "musim semi"). Uniknya, masuk hingga cukup jauh, jalanan aspal masih tetap bagus dan rapi. Disana-sini banyak dipasang baliho/poster besar bergammbar bupati cantik mereka yang "jualan" akte kelahiran gratis dan macam-macam layanan lain pemerintah daerah.
Enak juga punya bupati yang "enak dilihat" seperti itu. Saya tidak sampai mencari tahu sampai seberapa jauh masyarakat menyenangi pemimpinnya, tapi saya yakin pasti tingkat keberterimaan masyarakat terhadap bupati yang satu ini cukup tinggi, paling tidak bisa dilihat dari kemenangannya di Pilkada yang baru lalu.
Ini fenomena baru. Di sebuah kabupaten lain di Jawa Tengah, Kebumen, juga dipimpin oleh bupati wanita yang cantik. Bahkan bupati Kebumen ini baru saja melaju lebih jauh memenangi pemilihan gubernur Jawa Tengah sebagai wakil gubernur.
Mungkin masyarakat mulai bosan juga dengan permainan politik yang didominasi kaum pria. Dengan adanya teknologi digital printing yang sangat murah seperti saat ini, sungguh mudah menjual "kecantikan" seorang calon pimpinan wanita ke masyarakat luas yang "lugu" seperti di Karanganyar dan Kebumen.
Seperti yang saya alami di Karanganyar. Berjalan menelusuri jalan berkelok-kelok di pedalamannya, bosan melihat sawah, hutan dan rumah pedesaan, tiba-tiba di pengkolan jalan tersembul poster super besar bergambar bupati cantik yang tersenyum menawarkan layanan pemerintahan...
Siapa mau ikut Karanganyar?
Catatan:
Perjalanan ini saya lakukan dalam rangka mengantar saudara sepupu saya Anjar yang melakukan akad nikah di Karanganyar.
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id
Categories: Blog Urang Samarinda
Liburan Keluarga 2008
Tahun ini rencananya seluruh keluarga saya akan berkumpul di Jogja. Abi dari Surabaya, Arif dari USA dan saya dari Samarinda. Total keponakan saya (cucu ibu saya) yang akan berkumpul ada 7 anak. Kalau tidak salah keluarga kami berkumpul bersama sekitar 8 tahun lalu dan anak yang lahir baru 3 orang. Tanggal 14 Juni lalu Rizka sudah libur sekolah, Audrey dan Fadel yang di USA baru libur 21 Juni, namun Tiara yang di Surabaya baru bisa libur 28 Juni. Jadi agak sulit juga mengatur jadwal yang pas.
Namun anak-anak sangat menikmati suasana kebersamaan begini. Tinggal orangtuanya yang mengatur jadwal sebaik-baiknya agar tidak mengganggu hal-hal wajib seperti ujian sekolah dan kerja. Saya dan Arif berangkat 21 Juni dari Samarinda dan USA, Arif mampir di Bandung untuk kumpul dengan keluarga mertuanya, saya di Surabaya. Tanggal 25 Juni, bila tidak ada halangan kami akan berkumpul di Jogja.
Hari ini di Surabaya, baru babak pertama liburan di Surabaya, tapi anak-anak sudah mulai teler walau semangat tetap membara untuk berlibur. Kebetulan Audrey dan Irfan datang dalam keadaan sakit dari Samarinda. Namun berangsur-angsur mereka membaik. Besok rencana mau menginap 1 malam di Batu setelah mengunjungi Jatim Park. Kemudian langsung ke Jogja, tapi Abi masih harus stay di Surabaya hingga pembagian rapor Tiara.
Insya Allah libur tahun ini akan membawa makna yang sangat mendalam. Arif karena berkenaan dengan persyaratan memperoleh "green card" di USA baru bisa kembali ke tanah air tahun ini. Saya bertemu dia terakhir tahun 2002 di Seattle. Jadi lumayan lama kami tidak berjumpa, begitu juga dengan keluarganya. Semua tidak sabar untuk masuk d-day kumpul. Di Jogja ibu saya tinggal sendirian, namun banyak keluarga almarhum bapak saya di Jogja. Abi adik saya di Surabaya yang paling sering mengunjungi ibu saya.
Walau cukup banyak yang terpaksa saya "korbankan" untuk liburan kali ini, namun pertemuan penting ini wajib didahulukan. Saya minta maaf pada banyak rekan kerja yang terpaksa harus "terganggu" karena liburan saya kali ini menabrak banyak schedule kerja yang sudah dijadwalkan lama, termasuk keterlibatan membantu kegiatan PON (Pekan Olahraga Nasional) 2008 tanggal 5-17 Juli 2008. Olimpiade kecilnya Indonesia ini dilaksanakan besar-besaran di kota kecil saya di Samarinda. Bisa dibayangkan "hebohnya" persiapan hingga pelaksanaannya nanti.
Namun untuk masalah pekerjaan, saya tidak terlalu kuatir karena 90% pekerjaan saya bisa diselesaikan secara remote (jarak jauh) dengan bantuan Internet. Yang jadi masalah, justru mencari koneksi Internet yang reliable dan murah.
Saya berdoa agar kegiatan liburan keluarga saya tahun ini bisa sukses dan membawa makna mendalam bagi semuanya. Juga bagi kelancaran PON di Kaltim, serta juga bagi kegiatan-kegiatan kerja yang melibatkan saya lainnya. Amin...
Ditulis saat lunch time di Food Court terbesar di Jawa Timur yang "WiFi Zone" nya macet menggunakan Asus Eee PC 4G Black sambil menikmati Mie Hokkian
Update 24 Juni 2008
Siang ini jam 12 siang kita semua tiba di kota dingin Batu setelah naik mobil sejak jam 7 pagi dari Surabaya, mau ke Jatim Park tapi tampaknya sangat ramai dan panas terik. Diputuskan untuk kesana besok pagi dan langsung check-in di Kartika Wiyata Heritage Hotel. Cottagenya bagus sekali, asri, bersih dan dingin... Anak-anak langsung dengan semangat 45 nyebur ke kolam renang, tapi dalam waktu sangat singkat Audrey dan Alda langsung menggigil kedinginan. Irfan sudah sejak awal saat menyentuhkan kakinya ke air langsung tidak jadi berenang, dingin sekali, padahal itu jam 13 siang bolong. Internet sedang putus di hotel ini, padahal hotspotnya jalan. Cerita hebat mengenai Malang cybercity langsung lenyap... :-( Padahal saya harus email file yang sudah saya buat tadi malam, terpaksa sore ini harus cari warnet atau hotspot lain. Mudah-mudahan dapat.
Pada saat bersamaan, Arif katanya sudah mendekati Jogja dari Bandung. Mungkin lusa baru bisa gabung di Jogja.
Update:
Akhirnya semua bisa berkumpul di Jogja minus keluarga Abi dari Surabaya yang masih belum bisa langsung ke Jogja. It's really fun to meet the whole family after all the long waiting years...
Berikut beberapa foto waktu di Jogja dan Batu Malang.
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id
Namun anak-anak sangat menikmati suasana kebersamaan begini. Tinggal orangtuanya yang mengatur jadwal sebaik-baiknya agar tidak mengganggu hal-hal wajib seperti ujian sekolah dan kerja. Saya dan Arif berangkat 21 Juni dari Samarinda dan USA, Arif mampir di Bandung untuk kumpul dengan keluarga mertuanya, saya di Surabaya. Tanggal 25 Juni, bila tidak ada halangan kami akan berkumpul di Jogja.
Hari ini di Surabaya, baru babak pertama liburan di Surabaya, tapi anak-anak sudah mulai teler walau semangat tetap membara untuk berlibur. Kebetulan Audrey dan Irfan datang dalam keadaan sakit dari Samarinda. Namun berangsur-angsur mereka membaik. Besok rencana mau menginap 1 malam di Batu setelah mengunjungi Jatim Park. Kemudian langsung ke Jogja, tapi Abi masih harus stay di Surabaya hingga pembagian rapor Tiara.
Insya Allah libur tahun ini akan membawa makna yang sangat mendalam. Arif karena berkenaan dengan persyaratan memperoleh "green card" di USA baru bisa kembali ke tanah air tahun ini. Saya bertemu dia terakhir tahun 2002 di Seattle. Jadi lumayan lama kami tidak berjumpa, begitu juga dengan keluarganya. Semua tidak sabar untuk masuk d-day kumpul. Di Jogja ibu saya tinggal sendirian, namun banyak keluarga almarhum bapak saya di Jogja. Abi adik saya di Surabaya yang paling sering mengunjungi ibu saya.
Walau cukup banyak yang terpaksa saya "korbankan" untuk liburan kali ini, namun pertemuan penting ini wajib didahulukan. Saya minta maaf pada banyak rekan kerja yang terpaksa harus "terganggu" karena liburan saya kali ini menabrak banyak schedule kerja yang sudah dijadwalkan lama, termasuk keterlibatan membantu kegiatan PON (Pekan Olahraga Nasional) 2008 tanggal 5-17 Juli 2008. Olimpiade kecilnya Indonesia ini dilaksanakan besar-besaran di kota kecil saya di Samarinda. Bisa dibayangkan "hebohnya" persiapan hingga pelaksanaannya nanti.
Namun untuk masalah pekerjaan, saya tidak terlalu kuatir karena 90% pekerjaan saya bisa diselesaikan secara remote (jarak jauh) dengan bantuan Internet. Yang jadi masalah, justru mencari koneksi Internet yang reliable dan murah.
Saya berdoa agar kegiatan liburan keluarga saya tahun ini bisa sukses dan membawa makna mendalam bagi semuanya. Juga bagi kelancaran PON di Kaltim, serta juga bagi kegiatan-kegiatan kerja yang melibatkan saya lainnya. Amin...
Ditulis saat lunch time di Food Court terbesar di Jawa Timur yang "WiFi Zone" nya macet menggunakan Asus Eee PC 4G Black sambil menikmati Mie Hokkian
Update 24 Juni 2008
Siang ini jam 12 siang kita semua tiba di kota dingin Batu setelah naik mobil sejak jam 7 pagi dari Surabaya, mau ke Jatim Park tapi tampaknya sangat ramai dan panas terik. Diputuskan untuk kesana besok pagi dan langsung check-in di Kartika Wiyata Heritage Hotel. Cottagenya bagus sekali, asri, bersih dan dingin... Anak-anak langsung dengan semangat 45 nyebur ke kolam renang, tapi dalam waktu sangat singkat Audrey dan Alda langsung menggigil kedinginan. Irfan sudah sejak awal saat menyentuhkan kakinya ke air langsung tidak jadi berenang, dingin sekali, padahal itu jam 13 siang bolong. Internet sedang putus di hotel ini, padahal hotspotnya jalan. Cerita hebat mengenai Malang cybercity langsung lenyap... :-( Padahal saya harus email file yang sudah saya buat tadi malam, terpaksa sore ini harus cari warnet atau hotspot lain. Mudah-mudahan dapat.
Pada saat bersamaan, Arif katanya sudah mendekati Jogja dari Bandung. Mungkin lusa baru bisa gabung di Jogja.
Update:
Akhirnya semua bisa berkumpul di Jogja minus keluarga Abi dari Surabaya yang masih belum bisa langsung ke Jogja. It's really fun to meet the whole family after all the long waiting years...
Berikut beberapa foto waktu di Jogja dan Batu Malang.
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id
Categories: Blog Urang Samarinda
Guus Hiddink, Pelatih Terbaik di Euro 2008
Ajang kompetisi Piala Eropa tahun ini memang luar biasa ramai. Komunikasi massa yang dijalankan panitia, UEFA dan sponsor pendukung sudah sampai pada tahap "sangat canggih" sehingga seluruh dunia bisa mengikutinya dengan sangat nyaman, sistematis dan lengkap. Seakan-akan Euro 2008 ini ada dimana-mana, padahal penyelenggaraannya sangat jauh secara geografis dari Indonesia.
Karena tim favorit saya tidak ikut akibat gugur di babak penyisihan, maka saya tidak terlalu antusias berbicara mengenai tim. Saya lebih tertarik bicara tentang para pelatihnya. Seperti kita ikuti bersama, pencarian pelatih berkualitas saat ini sungguh merupakan tugas berat dan mahal bagi para pemilik klub ataupun pengurus sepakbola suatu negara. Siapa pelatih terbaik di Euro 2008 ini? Saya jawab Guus Hiddink.
Hingga babak perempat final ini, dimana 4 tim sudah masuk yaitu Jerman, Turki, Rusia dan Spanyol, pelatih yang terus membuat saya terheran-heran adalah orang Belanda yang satu itu. Apa saja keunggulannya? Saya coba bahas dari sisi ilmu "pengembangan SDM" dan bukan dari sudut pandang "sepakbola jalanan". He3...
Pelatih ini adalah pelatih yang sangat lengkap pengalamannya dan sangat gemar "berpetualang". Saya tidak punya data lengkap atas CVnya, namun yang saya ingat, Hiddink adalah pelatih tim nasional Belanda yang sukses di Piala Eropa tahun 1990an. Kemudian sukses lagi ketika membawa Korea Selatan masuk ke semifinal Piala Dunia 200X, dan terakhir membawa Australia di Piala Dunia 200X. Semuanya tergolong sukses, terutama mengingat dia mengelola suatu tim tidak terkenal yang memiliki stock pemain pas-pasan, baik dari sisi kulaitas maupun kuantitas.
Memimpin suatu tim sepakbola memiliki banyak persamaan aspek dengan pengelolaan suatu organisasi. Diperlukan visi dan strategi yang kuat, ada kegiatan operasional implementasi dari rencana yang telah disusun, dan melibatkan juga aspek-aspek efisiensi dan efektifitas keuangan.
Kehebatan Guus Hiddink yang saya rasakan luar biasa adalah kemampuannya merubah mentalitas "klub kecil" yang menghinggapi Korea Selatan, Australia dan Rusia menjadi tim dengan pemain yang memiliki self confidence yang luar biasa tinggi. Mereka menjadi merasa "sejajar" dengan siapapun. Dalam perang, keyakinan diri seperti itu sudah merupakan 1 langkah kemenangan. Rusia beberapa hari lalu tampil dominan dan sangat percaya diri menghadapi Belanda yang jauh lebih favorit dan memiliki banyak pemain lebih terkenal. Begitu juga saya ingat saat Korsel melibas lawan-lawan tangguh kelas dunia seperti Spanyol. Bagaimana Hiddink melakukannya? Saya tidak tahu...
Yang berikutnya adalah kemampuan taktik Hiddink yang diatas rata-rata. Entah apa yang dilakukannya dalam menyusun timnya serta taktik yang diterapkannya, namun tampak bahwa kebanyakan taktik yang diterapkannya jitu dan mampu membuat permainan lawan menjadi tidak berkembang. Hikmahnya? Seorang jenderal haruslah memiliki kemampuan teknis taktis-strategis yang baik apabila ingin sukses. Biar bagaimana hebatnya para pemain, bila pemimpinnya tidak memiliki kemampuan, ya lupakanlah...
Apa lagi ya? (to be continued)
Ditulis di Magnet Zone, the best hangout place in Surabaya di jaringan Telkom Hotspot iVas dengan menggunakan Asus Eee PC 4G Black
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id
Karena tim favorit saya tidak ikut akibat gugur di babak penyisihan, maka saya tidak terlalu antusias berbicara mengenai tim. Saya lebih tertarik bicara tentang para pelatihnya. Seperti kita ikuti bersama, pencarian pelatih berkualitas saat ini sungguh merupakan tugas berat dan mahal bagi para pemilik klub ataupun pengurus sepakbola suatu negara. Siapa pelatih terbaik di Euro 2008 ini? Saya jawab Guus Hiddink.
Hingga babak perempat final ini, dimana 4 tim sudah masuk yaitu Jerman, Turki, Rusia dan Spanyol, pelatih yang terus membuat saya terheran-heran adalah orang Belanda yang satu itu. Apa saja keunggulannya? Saya coba bahas dari sisi ilmu "pengembangan SDM" dan bukan dari sudut pandang "sepakbola jalanan". He3...
Pelatih ini adalah pelatih yang sangat lengkap pengalamannya dan sangat gemar "berpetualang". Saya tidak punya data lengkap atas CVnya, namun yang saya ingat, Hiddink adalah pelatih tim nasional Belanda yang sukses di Piala Eropa tahun 1990an. Kemudian sukses lagi ketika membawa Korea Selatan masuk ke semifinal Piala Dunia 200X, dan terakhir membawa Australia di Piala Dunia 200X. Semuanya tergolong sukses, terutama mengingat dia mengelola suatu tim tidak terkenal yang memiliki stock pemain pas-pasan, baik dari sisi kulaitas maupun kuantitas.
Memimpin suatu tim sepakbola memiliki banyak persamaan aspek dengan pengelolaan suatu organisasi. Diperlukan visi dan strategi yang kuat, ada kegiatan operasional implementasi dari rencana yang telah disusun, dan melibatkan juga aspek-aspek efisiensi dan efektifitas keuangan.
Kehebatan Guus Hiddink yang saya rasakan luar biasa adalah kemampuannya merubah mentalitas "klub kecil" yang menghinggapi Korea Selatan, Australia dan Rusia menjadi tim dengan pemain yang memiliki self confidence yang luar biasa tinggi. Mereka menjadi merasa "sejajar" dengan siapapun. Dalam perang, keyakinan diri seperti itu sudah merupakan 1 langkah kemenangan. Rusia beberapa hari lalu tampil dominan dan sangat percaya diri menghadapi Belanda yang jauh lebih favorit dan memiliki banyak pemain lebih terkenal. Begitu juga saya ingat saat Korsel melibas lawan-lawan tangguh kelas dunia seperti Spanyol. Bagaimana Hiddink melakukannya? Saya tidak tahu...
Yang berikutnya adalah kemampuan taktik Hiddink yang diatas rata-rata. Entah apa yang dilakukannya dalam menyusun timnya serta taktik yang diterapkannya, namun tampak bahwa kebanyakan taktik yang diterapkannya jitu dan mampu membuat permainan lawan menjadi tidak berkembang. Hikmahnya? Seorang jenderal haruslah memiliki kemampuan teknis taktis-strategis yang baik apabila ingin sukses. Biar bagaimana hebatnya para pemain, bila pemimpinnya tidak memiliki kemampuan, ya lupakanlah...
Apa lagi ya? (to be continued)
Ditulis di Magnet Zone, the best hangout place in Surabaya di jaringan Telkom Hotspot iVas dengan menggunakan Asus Eee PC 4G Black
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id
Categories: Blog Urang Samarinda
Menulis Blog, Gampang atau Susah?
Lama sekali tidak menulis di blog saya ini. Karena profesi saya bukan blogger murni maka terpaksa kegiatan blogging masih selalu dikalahkan dengan kegiatan lain yang dianggap lebih penting. Kecuali memang suatu saat kegiatan ini bisa menghasilkan manfaat yang signifikan sehingga bisa jadi profesi utama saya :-) Beberapa blogger Indonesia sudah sampai pada taraf itu, kalau saya tampaknya masih jauh sekali. Target untuk menulis 3 kali per minggu saja sulit sekali tercapai, padahal saya sudah "investasi" sebuah Eee PC agar bisa menulis dimana saja dengan gampang. Tapi ternyata yang sulit adalah meluangkan waktu yang cukup pada saat ide atau inspirasi menulisnya datang. Sering terjadi waktunya ada, tapi idenya macet, tidak jadi juga :-(
Mobile blogging? Sudah saya coba tahun lalu dengan menggunakan ponsel Nokia 6600 candybar saya, namun susah lah... micro blogging mungkin bisa... tapi kalau blogging serius dengan tulisan yang panjang dan sering perlu cari referensi untuk melengkapi tulisan, tampaknya ponsel bukan solusinya. Beberapa tulisan di blog ini saya buat dengan pola mobile. Praktis tapi tidak nyaman. Micro blogging adalah suatu kegiatan blog kategori mini, isinya biasanya tergolong "shout", bisa dilihat contohnya seperti di Twitter. Jadi ketika anda sedang ada di suatu tempat... tiba-tiba ada materi atau info bagus yang ingin anda bagi ke dunia... tulislah langsung di ponsel anda, kirim langsung dan akan masuk ke blog anda atau situs aggregasi micro blogging seperti Twitter.
Namun, saya amati, kegiatan blog di Indonesia sudah semakin berkembang. Semakin banyak blogger yang mulai aktif dan juga semakin serius. Beberapa perguruan tinggi mulai mewajibkan mahasiswanya untuk memiliki blog, termasuk dosennya. Termasuk di mata kuliah yang saya asuh di Program Pasca Sarjana Kependidikan Universitas Mulawarman. Walaupun 70-an persen dari blog yang dibuat mahasiswa masih masuk kategori "blog pemula", namun paling tidak "wabah blog" mulai bisa semakin menyebar di masyarakat. Komunitas blogger juga semakin menjamur. Di daerah saya, ada Balikpapan Blogger Community, ada agregasi blogger Kaltim Bloggers United. Rame lah pokoknya...
Kalau tidak ada aral melintang, akan ada juga kegiatan blog menarik yang dilakukan blogger Kalimantan Timur untuk mendukung kegiatan olahraga besar Indonesia, yakni PON VII 2008. Jadi akan ada situs blog komunitas yang disponsori oleh Telkom, isinya mengenai hal-hal seputar PON 2008 di wilayah kami. Jadi, mimpinya disamping ada situs-situs resmi PON serta liputan resmi dari para jurnalis beneran, akan ada "liputan" khusus juga dari para blogger di seputar Kaltim mengenai jalannya event besar ini. Tentu saja akan menampilkan info berupa tulisan, foto, video dari perspektif berbeda yang disumbangkan secara sukarela oleh para blogger yang tersebar di seluruh wilayah Kaltim. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa sukses terselenggara.
Dikirim dari WiFi Zone ITC Surabaya menggunakan Asus Eee PC 4G Black sambil menikmati sepiring Tahu Campur
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id
Mobile blogging? Sudah saya coba tahun lalu dengan menggunakan ponsel Nokia 6600 candybar saya, namun susah lah... micro blogging mungkin bisa... tapi kalau blogging serius dengan tulisan yang panjang dan sering perlu cari referensi untuk melengkapi tulisan, tampaknya ponsel bukan solusinya. Beberapa tulisan di blog ini saya buat dengan pola mobile. Praktis tapi tidak nyaman. Micro blogging adalah suatu kegiatan blog kategori mini, isinya biasanya tergolong "shout", bisa dilihat contohnya seperti di Twitter. Jadi ketika anda sedang ada di suatu tempat... tiba-tiba ada materi atau info bagus yang ingin anda bagi ke dunia... tulislah langsung di ponsel anda, kirim langsung dan akan masuk ke blog anda atau situs aggregasi micro blogging seperti Twitter.
Namun, saya amati, kegiatan blog di Indonesia sudah semakin berkembang. Semakin banyak blogger yang mulai aktif dan juga semakin serius. Beberapa perguruan tinggi mulai mewajibkan mahasiswanya untuk memiliki blog, termasuk dosennya. Termasuk di mata kuliah yang saya asuh di Program Pasca Sarjana Kependidikan Universitas Mulawarman. Walaupun 70-an persen dari blog yang dibuat mahasiswa masih masuk kategori "blog pemula", namun paling tidak "wabah blog" mulai bisa semakin menyebar di masyarakat. Komunitas blogger juga semakin menjamur. Di daerah saya, ada Balikpapan Blogger Community, ada agregasi blogger Kaltim Bloggers United. Rame lah pokoknya...
Kalau tidak ada aral melintang, akan ada juga kegiatan blog menarik yang dilakukan blogger Kalimantan Timur untuk mendukung kegiatan olahraga besar Indonesia, yakni PON VII 2008. Jadi akan ada situs blog komunitas yang disponsori oleh Telkom, isinya mengenai hal-hal seputar PON 2008 di wilayah kami. Jadi, mimpinya disamping ada situs-situs resmi PON serta liputan resmi dari para jurnalis beneran, akan ada "liputan" khusus juga dari para blogger di seputar Kaltim mengenai jalannya event besar ini. Tentu saja akan menampilkan info berupa tulisan, foto, video dari perspektif berbeda yang disumbangkan secara sukarela oleh para blogger yang tersebar di seluruh wilayah Kaltim. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa sukses terselenggara.
Dikirim dari WiFi Zone ITC Surabaya menggunakan Asus Eee PC 4G Black sambil menikmati sepiring Tahu Campur
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id
Categories: Blog Urang Samarinda
Dari Euro 2008, Belajar Menghadapi PON 2008
Walau saya ogah-ogahan mengikuti ajang turnamen sepakbola Eropa Euro 2008 ini (karena tidak lolosnya tim favorit saya Inggris) namun kita semua tidak bisa terlepas dari kepungan informasi disekitar kita tentang event ini. Salah satu yang menarik tentu saja adalah hal-hal non-pertandingan yang begitu banyak diliput wartawan Indonesia yang datang langsung ke lokasi di Swiss dan Austria seperti soal penginapan, pengaturan keamanan, ulah suporter, usaha-usaha promosi, bangkitnya industri hospitality (hotel, restoran, suvenir, dll).
Melihat info yang begitu bagus tentang bagaimana panitia Euro 2008 menyiapkan segala sesuatunya agar event ini berjalan lancar, maka sebagai warga Kaltim yang daerahnya akan menjadi lokasi penyelenggaraan PON (Pekan Olahraga Nasional) ke-17 tanggal 5 Juli 2008 ini, saya jadi deg-degan apakah PON bisa terselenggara dengan baik?
Tempat-tempat pertandingan belum lengkap terselesaikan pembuatan dan perbaikannya. Rumah-rumah penampungan atlet lebih parah lagi. Manajemen kepanitiaan jangan ditanya... teman-teman yang terlibat langsung bercerita bagaimana kacaunya koordinasi antar bagian, tender-tender pengadaan yang belum dilaksanakan, dll. Infrastruktur jalan, jembatan, dll masih belum selesai semuanya, yang sudah ada pun tidak terawat. Belum lagi ancaman musim hujan ala Kalimantan yang tidak terduga waktunya. Kegiatan-kegiatan "last minute" saya lihat tidak terkoordinasi baik, pengaspalan jalan, perbaikan taman, dilakukan sporadis. Bagaimana bisa terlaksana bila semuanya belum siap seperti ini?
Apa yang bisa dipelajari dari Euro 2008?
Sudah terlambat untuk belajar. Tampaknya panitia PON pakai jurus tabrak terus, masalah bisa dihadapi sambil jalan... Bagus juga mottonya... Tapi apakah PON akan membawa dampak positif bagi masyarakat? Melihat gelagatnya, akan sangat sedikit dampak positif yang mungkin akan didapat... Paling tidak dibanding triliunan rupiah yang telah ditumpahkan dalam 12 tahun belakangan ini untuk mendukung PON.
Namun, memang zaman gini, semua terpulang kepada kita sendiri. Mau dapat dampak positif? Usahakan sendiri... Mau dapat dampak negatif? Ya diam saja gak perlu mikir atau bergerak...
Beberapa teman sedang mengusahakan inisiatif membuka warung makan pakai tenda. Kabarnya waktu PON terakhir di Palembang, warung makan adalah sesuatu yang sangat dicari-cari karena terbatasnya warung yang ada sementara permintaan makan diluar mencapai puncaknya. Hitung-hitungannya, kalau sehari saja bisa dapat sekitar 100-200 porsi terjual @ Rp 10 ribuan, maka omzet 1 hari mencapai Rp 1-2 jutaan. Kalau PON berlangsung dari tanggal 5-17 Juli, maka akan ada sekitar 12 hari bisnis efektif. Bisa dapat sekitar Rp 12-24 juta total. Kalaulah profit bisa didapat 10% saja, maka ada keuntungan bersih diatas Rp 1 juta, kerja 2 minggu. Kalau angka itu dianggap tidak menarik, paling tidak kita bisa berpikir kerjaan tersebut sebagai bagian dari ikut ramai-ramai memeriahkan PON dan menjadi tuan rumah yang baik.
Betul???
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id
Melihat info yang begitu bagus tentang bagaimana panitia Euro 2008 menyiapkan segala sesuatunya agar event ini berjalan lancar, maka sebagai warga Kaltim yang daerahnya akan menjadi lokasi penyelenggaraan PON (Pekan Olahraga Nasional) ke-17 tanggal 5 Juli 2008 ini, saya jadi deg-degan apakah PON bisa terselenggara dengan baik?
Tempat-tempat pertandingan belum lengkap terselesaikan pembuatan dan perbaikannya. Rumah-rumah penampungan atlet lebih parah lagi. Manajemen kepanitiaan jangan ditanya... teman-teman yang terlibat langsung bercerita bagaimana kacaunya koordinasi antar bagian, tender-tender pengadaan yang belum dilaksanakan, dll. Infrastruktur jalan, jembatan, dll masih belum selesai semuanya, yang sudah ada pun tidak terawat. Belum lagi ancaman musim hujan ala Kalimantan yang tidak terduga waktunya. Kegiatan-kegiatan "last minute" saya lihat tidak terkoordinasi baik, pengaspalan jalan, perbaikan taman, dilakukan sporadis. Bagaimana bisa terlaksana bila semuanya belum siap seperti ini?
Apa yang bisa dipelajari dari Euro 2008?
Sudah terlambat untuk belajar. Tampaknya panitia PON pakai jurus tabrak terus, masalah bisa dihadapi sambil jalan... Bagus juga mottonya... Tapi apakah PON akan membawa dampak positif bagi masyarakat? Melihat gelagatnya, akan sangat sedikit dampak positif yang mungkin akan didapat... Paling tidak dibanding triliunan rupiah yang telah ditumpahkan dalam 12 tahun belakangan ini untuk mendukung PON.
Namun, memang zaman gini, semua terpulang kepada kita sendiri. Mau dapat dampak positif? Usahakan sendiri... Mau dapat dampak negatif? Ya diam saja gak perlu mikir atau bergerak...
Beberapa teman sedang mengusahakan inisiatif membuka warung makan pakai tenda. Kabarnya waktu PON terakhir di Palembang, warung makan adalah sesuatu yang sangat dicari-cari karena terbatasnya warung yang ada sementara permintaan makan diluar mencapai puncaknya. Hitung-hitungannya, kalau sehari saja bisa dapat sekitar 100-200 porsi terjual @ Rp 10 ribuan, maka omzet 1 hari mencapai Rp 1-2 jutaan. Kalau PON berlangsung dari tanggal 5-17 Juli, maka akan ada sekitar 12 hari bisnis efektif. Bisa dapat sekitar Rp 12-24 juta total. Kalaulah profit bisa didapat 10% saja, maka ada keuntungan bersih diatas Rp 1 juta, kerja 2 minggu. Kalau angka itu dianggap tidak menarik, paling tidak kita bisa berpikir kerjaan tersebut sebagai bagian dari ikut ramai-ramai memeriahkan PON dan menjadi tuan rumah yang baik.
Betul???
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id
Categories: Blog Urang Samarinda
Memanfaatkan Tarif Super Hemat dari XL dan Flexi
Tarifnya? Rp 50 Nelpon Sepuasnya, Rp 49/menit Se-Indonesia. Bulan ini adalah bulan dimana saya bisa nelpon jauh lebih murah dibanding sebelumnya. Promo dari masing-masing operator berubah-ubah terus, jika di suatu waktu yang sedang promo adalah operator yang bukan saya pakai, maka saya "tiarap" dulu. Pemakaian dibatasi, susah juga kalau harus ganti-ganti nomor dan SIM card terus. Bulan ini 2 operator yang saya pakai, XL dan Flexi tiba-tiba meluncurkan promo yang cukup menggiurkan. Walau promo XL hanya untuk Bebas dan milik saya adalah Xplor, namun kebetulan ibu saya di Jogja pakai Bebas, jadi kalau nelpon antara jam 00.00 hingga 07.00 pagi, bisa dapat tarif luar biasa murah Rp 50 sepuasnya. Demikian juga beberapa teman lain diluar Kalimantan yang juga pakai Bebas.
Yang satu lagi adalah Flexi, tiba-tiba tanggal 28 Mei lalu muncul dengan tarif Rp 49/menit ke seluruh Indonesia. Ini juga luar biasa membantu karena beberapa rekan bisnis saya menggunakan Flexi dan ada diluar Kalimantan. Artinya bisa nelpon seharga sekitar Rp 3000/jam. Dulu saya sempat kecewa karena promo Rp 49/menit se-Kalimantan tiba-tiba dihilangkan, namun dengan promo kali ini cukup mengobati kekecewaan saya. hebatnya Flexi, promo sepetti ini tidak pakai batas-batasan. Prabayar, pasca bayar masuk semua. Mau malam, siang, sore bisa semua. Bravo Flexi... Tapi di selebarannya hanya menyebutkan bahwa promo berlaku sampai 31 Agustus 2008. Tapi seorang teman di Telkom bilang bahwa kemungkinan besar akan terus diperpanjang. Mudah-mudahan...
Sebenarnya, masing-masing XL dan Flexi ini juga meluncurkan promo murah untuk SMS. Namun saya terpaksa mengabaikannya karena harus pakai daftar/reg segala, agak alergi dengan yang begituan. Lagian ngapain SMS kalau call saja sudah super murah begitu...
Yang jadi perhatian saya adalah pada persaingan yang luar biasa ketat antar operator saat ini. Dengan begitu banyaknya operator seluler baru, maka persaingan menjadi sangat ketat dan cenderung tidak terkendali. Kalau perang rendah-rendahan tarif sih OK sekali, tapi konon perangnya tidak hanya disisi itu saja, tapi juga di masalah teknis.
Banyak gosip yang sampai ke telinga saya bahwa beberapa operator besar yang memiliki pelanggan mayoritas memberlakukan "pembatasan" akses dari/ke operator lain, terutama di voice line dan data/SMS line. Artinya call yang dilakukan baik dari luar maupun dalam operator tersebut ke/dari nomor operator lain akan "diganggu". Gangguannya biasanya berupa penolakan sehingga muncul pesan saluran sibuk atau hal-hal lain. Begitu juga SMS, pesan yang muncul di pelanggan operator lain bisa seperti pesan tidak sampai, dll.
Benarkah demikian, saya tidak tahu... Mungkin anda tahu?
Tapi yang jelas, pengalaman menggunakan XL sekian lama, ada banyak sekali gangguan baik ketika saya call keluar atau rekan-rekan saya yang kesulitan menghubungi saya pada jam sibuk. Kemungkinan terbesar karena tarif promo super murah yang diterapkan XL membawa dampak pada kapasitas jaringan yang overload.
Hal lain, memang gebrakan operator-operator baru atau yang masih memiliki pelanggan sedikit sangat agresif. Tampak sekali sangat sulit bagi operator incumbent seperti Telkomsel tidak bisa mengikutinya. Pada saat persaingan sengit seperti ini, Telkomsel hanya mampu muncul dengan tarif Rp 13/detik (alasannya karena ulang tahun ke-13) dan SMS Rp 88. Simpati juga tiba-tiba menghentikan tarif Rp 0,5/detik karena (konon) alasan macetnya jaringan mereka. Tapi barusan saya baca tarih heboh Simpati ini muncul lagi dengan aturan kapan saja hingga menit ke-13. Mungkin Telkomsel tertekan juga...
Mau pakai pilihan operator mana? Silahkan pilih sendiri...
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id
Yang satu lagi adalah Flexi, tiba-tiba tanggal 28 Mei lalu muncul dengan tarif Rp 49/menit ke seluruh Indonesia. Ini juga luar biasa membantu karena beberapa rekan bisnis saya menggunakan Flexi dan ada diluar Kalimantan. Artinya bisa nelpon seharga sekitar Rp 3000/jam. Dulu saya sempat kecewa karena promo Rp 49/menit se-Kalimantan tiba-tiba dihilangkan, namun dengan promo kali ini cukup mengobati kekecewaan saya. hebatnya Flexi, promo sepetti ini tidak pakai batas-batasan. Prabayar, pasca bayar masuk semua. Mau malam, siang, sore bisa semua. Bravo Flexi... Tapi di selebarannya hanya menyebutkan bahwa promo berlaku sampai 31 Agustus 2008. Tapi seorang teman di Telkom bilang bahwa kemungkinan besar akan terus diperpanjang. Mudah-mudahan...
Sebenarnya, masing-masing XL dan Flexi ini juga meluncurkan promo murah untuk SMS. Namun saya terpaksa mengabaikannya karena harus pakai daftar/reg segala, agak alergi dengan yang begituan. Lagian ngapain SMS kalau call saja sudah super murah begitu...
Yang jadi perhatian saya adalah pada persaingan yang luar biasa ketat antar operator saat ini. Dengan begitu banyaknya operator seluler baru, maka persaingan menjadi sangat ketat dan cenderung tidak terkendali. Kalau perang rendah-rendahan tarif sih OK sekali, tapi konon perangnya tidak hanya disisi itu saja, tapi juga di masalah teknis.
Banyak gosip yang sampai ke telinga saya bahwa beberapa operator besar yang memiliki pelanggan mayoritas memberlakukan "pembatasan" akses dari/ke operator lain, terutama di voice line dan data/SMS line. Artinya call yang dilakukan baik dari luar maupun dalam operator tersebut ke/dari nomor operator lain akan "diganggu". Gangguannya biasanya berupa penolakan sehingga muncul pesan saluran sibuk atau hal-hal lain. Begitu juga SMS, pesan yang muncul di pelanggan operator lain bisa seperti pesan tidak sampai, dll.
Benarkah demikian, saya tidak tahu... Mungkin anda tahu?
Tapi yang jelas, pengalaman menggunakan XL sekian lama, ada banyak sekali gangguan baik ketika saya call keluar atau rekan-rekan saya yang kesulitan menghubungi saya pada jam sibuk. Kemungkinan terbesar karena tarif promo super murah yang diterapkan XL membawa dampak pada kapasitas jaringan yang overload.
Hal lain, memang gebrakan operator-operator baru atau yang masih memiliki pelanggan sedikit sangat agresif. Tampak sekali sangat sulit bagi operator incumbent seperti Telkomsel tidak bisa mengikutinya. Pada saat persaingan sengit seperti ini, Telkomsel hanya mampu muncul dengan tarif Rp 13/detik (alasannya karena ulang tahun ke-13) dan SMS Rp 88. Simpati juga tiba-tiba menghentikan tarif Rp 0,5/detik karena (konon) alasan macetnya jaringan mereka. Tapi barusan saya baca tarih heboh Simpati ini muncul lagi dengan aturan kapan saja hingga menit ke-13. Mungkin Telkomsel tertekan juga...
Mau pakai pilihan operator mana? Silahkan pilih sendiri...
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id
Categories: Blog Urang Samarinda
Menggugat Celana Dalam Anti-Bacteria
Di sebuah department store di kota saya, terpampang di satu sudut sebuah promosi yang lumayan mencolok, promo suatu merek pakaian dalam terkenal dengan produk terbarunya: Celana Dalam Anti-Bacteria. Yang ada dibenak saya saat pertama kali melihatnya adalah bagaiamana spesifikasi teknis dari produk ini. Bagaimana caranya suatu celana dalam bisa secara aktif menghalau bakteri yang ingin menempel dipermukaannya? Atau ini hanyalah suatu trik promosi yang "membodohi" masyarakat?
Saya ambil waktu sedikit untuk mengamati informasi spesifikasi produk di bungkusnya. Dari situ saya mengambil kesimpulan bahwa produk ini tidak memiliki sesuatu yang baru dan sama sekali tidak bisa mendukung "janji iklan" yang diinformasikan kepada masyarakat. Istilah "anti-bacteria" haruslah memiliki suatu mekanisme aktif untuk melindungi produk tersebut dari serangan hama dari luar. Namun ternyata produk ini hanya menyebutkan bahwa proses pembuatannya menggunakan "sanitized process" (proses produksi yang suci hama). Pertanyaan saya, apakah produk sebelumnya atau yang lain tidak dibuat dalam proses yang steril juga?
Kemudian dalam info yang diberikan di bungkusnya, tertulis bahwa celana dalam ini memiliki "built-in deodorant". Wah... ini lebih parah lagi ngawurnya... Kalaupun pabrikan "mengoleskan" deodoran keseluruh permukaan produk, akankah deodoran ini akan bertahan lama? Saat dicuci, saya pastikan deodoran ini akan ikut hilang atau berkurang. Istilah "built-in" maknanya jauh lebih dalam dari sekedar hanya mengoleskan dan hanya efektif satu kali pakai saja. Built-in biasanya dipakai pada sesuatu yang secara permanen ikut dalam suatu benda, misalnya build-in VGA card dalam mainboard komputer. Tidak mungkin VGA card itu kemudian tidak bisa terpakai lagi setelah 1 kali penggunaan.
Kesimpulan saya, Celana Dalam Anti-Bacteria harus dilarang karena menyesatkan dan memberi informasi salah kepada masyarakat. Tapi siapa yang bertanggung jawab melindungi masyarakat dari kesewenang-wenangan produsen seperti ini? BP POM? Mereka hanya mengendalikan makanan dan obat... YLKI? Tampaknya mereka terlalu sibuk mengurusi hal-hal lain...
Anyway, saya bukan ahli celana dalam dan permasalahan bakteri. Bisa saja pendapat saya diatas banyak salahnya. Mohon maaf dan mohon koreksi...
Melalui blog ini, saya hanya bisa memberi informasi kepada siapapun yang membaca bahwa hidup di Indonesia, kita hidup bak dalam hutan belantara. Tidak ada yang melindungi kita, survive atau tidak akan sangat tergantung pada diri kita sendiri serta mungkin dengan keberuntungan.
Update:
Bicara mengenai "perlindungan konsumen", saya juga menulis tentang hal yang lebih berbahaya lagi bagi bangsa Indonesia, silahkan baca juga Bahaya Promosi Dagang Rokok.
Ditulis menggunakan Asus Eee PC 4G Black (bukan sambil nongkrong didepan stand celana dalam ini...)
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id
Saya ambil waktu sedikit untuk mengamati informasi spesifikasi produk di bungkusnya. Dari situ saya mengambil kesimpulan bahwa produk ini tidak memiliki sesuatu yang baru dan sama sekali tidak bisa mendukung "janji iklan" yang diinformasikan kepada masyarakat. Istilah "anti-bacteria" haruslah memiliki suatu mekanisme aktif untuk melindungi produk tersebut dari serangan hama dari luar. Namun ternyata produk ini hanya menyebutkan bahwa proses pembuatannya menggunakan "sanitized process" (proses produksi yang suci hama). Pertanyaan saya, apakah produk sebelumnya atau yang lain tidak dibuat dalam proses yang steril juga?
Kemudian dalam info yang diberikan di bungkusnya, tertulis bahwa celana dalam ini memiliki "built-in deodorant". Wah... ini lebih parah lagi ngawurnya... Kalaupun pabrikan "mengoleskan" deodoran keseluruh permukaan produk, akankah deodoran ini akan bertahan lama? Saat dicuci, saya pastikan deodoran ini akan ikut hilang atau berkurang. Istilah "built-in" maknanya jauh lebih dalam dari sekedar hanya mengoleskan dan hanya efektif satu kali pakai saja. Built-in biasanya dipakai pada sesuatu yang secara permanen ikut dalam suatu benda, misalnya build-in VGA card dalam mainboard komputer. Tidak mungkin VGA card itu kemudian tidak bisa terpakai lagi setelah 1 kali penggunaan.
Kesimpulan saya, Celana Dalam Anti-Bacteria harus dilarang karena menyesatkan dan memberi informasi salah kepada masyarakat. Tapi siapa yang bertanggung jawab melindungi masyarakat dari kesewenang-wenangan produsen seperti ini? BP POM? Mereka hanya mengendalikan makanan dan obat... YLKI? Tampaknya mereka terlalu sibuk mengurusi hal-hal lain...
Anyway, saya bukan ahli celana dalam dan permasalahan bakteri. Bisa saja pendapat saya diatas banyak salahnya. Mohon maaf dan mohon koreksi...
Melalui blog ini, saya hanya bisa memberi informasi kepada siapapun yang membaca bahwa hidup di Indonesia, kita hidup bak dalam hutan belantara. Tidak ada yang melindungi kita, survive atau tidak akan sangat tergantung pada diri kita sendiri serta mungkin dengan keberuntungan.
Update:
Bicara mengenai "perlindungan konsumen", saya juga menulis tentang hal yang lebih berbahaya lagi bagi bangsa Indonesia, silahkan baca juga Bahaya Promosi Dagang Rokok.
Ditulis menggunakan Asus Eee PC 4G Black (bukan sambil nongkrong didepan stand celana dalam ini...)
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id
Categories: Blog Urang Samarinda
Kesal Pakai XL
Saya menggunakan XL Xplor (pasca bayar) sudah lebih dari 2 tahun. Saya termasuk pelanggan setia XL dan tidak pernah tergoda untuk pindah kelain operator karena selama ini bisa menikmati layanan yang baik. Layanan baik itu kemungkinan besar karena kecilnya jumlah pelanggan XL sehingga customer service bisa lebih akrab dan serius, jaringan juga masih lega dan jarang terjadi gangguan baik call maupun text, GPRS juga relatif cepat untuk dipakai cek email dan browsing sederhana.
Namun sejak XL melakukan ofensif besar-besaran untuk melawan hegemoni rajanya GSM Indonesia, Telkomsel, maka kenyamanan saya menggunakan layanan XL mulai terganggu. Apalagi saat XL meluncurkan jurus terakhir yang tampaknya sangat jitu mendapatkan banyak customer baru yaitu "Rp 600 nelpon sepuasnya..." Sejak itu memakai XL jadi sangat tidak menyenangkan. Sangat sering terjadi "network busy", "call disconnected" dan lalu lintas SMS yang semakin kacau. Kirim SMS, terutama ke pengguna Telkomsel, sering sekali "delivery pending" dan tidak pernah ada lanjutan report apakah pesan saya sampai atau tidak.
Bisa dibayangkan, ketika jutaan pelanggan baru habis-habisan masuk dan menggunakan jaringan yang "tidak siap" menampung limpahan new user, maka terjadilah kekacauan. Ini juga pernah dialami Indosat ketika menjalankan program "gratis nelpon tengah malam". Jaringan congested setiap malam. Namun saat itu problem Indosat relatif terlokalisir hanya dimalam hari antara pukul 24.00 hingga 05.00 (kalau tidak salah). Jadi hanya mengganggu bagi para oportunis yang ingin memanfaatkan call gratis.
Masalah di XL lebih serius dan berat, karena program promosi yang sangat laku ini berlangsung dalam kurun waktu yang jelas-jelas "prime time", antara jam 23.00 sampai jam 17.00 (CMIIW). Berkali-kali panggilan sangat penting bagi pekerjaan saya terpaksa tidak bisa dilakukan karena punuhnya jaringan. Begitu pula panggilan penting dari luar tidak bisa masuk. Belum masalah SMS yang pending terus tanpa jelas juntrungannya. Mau dikonfirmasi via telpon, tapi saya tidak bisa call keluar. Serba salah :-(
Kalau tidak karena nomor XL saya sudah tersebar ke begitu banyak kolega, saya pasti sudah mengganti nomor XL saya dengan nomor operator lain.
Saya berharap keadaan tidak nyaman ini berlalu secepatnya dan bisa kembali ke keadaan normal. Entah bagaimana caranya, bisa karena XL meningkatkan kapasitas jaringan (yang mungkin perlu waktu panjang), atau program gila-gilaan ini berakhir sehingga penggunaan jaringan kembali menurun.
Update 9 Juni 2008:
Hingga saat ini, ada banyak sekali gangguan baik ketika saya call keluar atau rekan-rekan saya yang kesulitan menghubungi saya pada jam sibuk. Kemungkinan terbesar karena tarif promo super murah yang diterapkan XL membawa dampak pada kapasitas jaringan yang overload.
Ditulis menggunakan Asus Eee PC 4G Black
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id
Namun sejak XL melakukan ofensif besar-besaran untuk melawan hegemoni rajanya GSM Indonesia, Telkomsel, maka kenyamanan saya menggunakan layanan XL mulai terganggu. Apalagi saat XL meluncurkan jurus terakhir yang tampaknya sangat jitu mendapatkan banyak customer baru yaitu "Rp 600 nelpon sepuasnya..." Sejak itu memakai XL jadi sangat tidak menyenangkan. Sangat sering terjadi "network busy", "call disconnected" dan lalu lintas SMS yang semakin kacau. Kirim SMS, terutama ke pengguna Telkomsel, sering sekali "delivery pending" dan tidak pernah ada lanjutan report apakah pesan saya sampai atau tidak.
Bisa dibayangkan, ketika jutaan pelanggan baru habis-habisan masuk dan menggunakan jaringan yang "tidak siap" menampung limpahan new user, maka terjadilah kekacauan. Ini juga pernah dialami Indosat ketika menjalankan program "gratis nelpon tengah malam". Jaringan congested setiap malam. Namun saat itu problem Indosat relatif terlokalisir hanya dimalam hari antara pukul 24.00 hingga 05.00 (kalau tidak salah). Jadi hanya mengganggu bagi para oportunis yang ingin memanfaatkan call gratis.
Masalah di XL lebih serius dan berat, karena program promosi yang sangat laku ini berlangsung dalam kurun waktu yang jelas-jelas "prime time", antara jam 23.00 sampai jam 17.00 (CMIIW). Berkali-kali panggilan sangat penting bagi pekerjaan saya terpaksa tidak bisa dilakukan karena punuhnya jaringan. Begitu pula panggilan penting dari luar tidak bisa masuk. Belum masalah SMS yang pending terus tanpa jelas juntrungannya. Mau dikonfirmasi via telpon, tapi saya tidak bisa call keluar. Serba salah :-(
Kalau tidak karena nomor XL saya sudah tersebar ke begitu banyak kolega, saya pasti sudah mengganti nomor XL saya dengan nomor operator lain.
Saya berharap keadaan tidak nyaman ini berlalu secepatnya dan bisa kembali ke keadaan normal. Entah bagaimana caranya, bisa karena XL meningkatkan kapasitas jaringan (yang mungkin perlu waktu panjang), atau program gila-gilaan ini berakhir sehingga penggunaan jaringan kembali menurun.
Update 9 Juni 2008:
Hingga saat ini, ada banyak sekali gangguan baik ketika saya call keluar atau rekan-rekan saya yang kesulitan menghubungi saya pada jam sibuk. Kemungkinan terbesar karena tarif promo super murah yang diterapkan XL membawa dampak pada kapasitas jaringan yang overload.
Ditulis menggunakan Asus Eee PC 4G Black
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id
Categories: Blog Urang Samarinda
Guru Kita & Implementasi Komputer Sederhana
Selasa 3 Juni 2008 lalu saya mendapat kesempatan cukup berharga memberikan pelatihan kepada sekitar 60 orang guru SD dan SMP Kota Bontang, Kalimantan Timur. Training yang diselenggarakan selama 4 hari itu berjudul "Pembuatan Materi Belajar Berbasis Multimedia". Training digagas dan dijalankan oleh Bp. Nanang Rijono (Dosen Pasca Sarjana unmul) dan Dinas Pendidikan Kota Bontang.
Saya dijatah untuk mengarahkan sesi hari ke-2 tentang Internet untuk Pendidikan. Hari ke-3 diisi dengan pelatihan untuk menggunakan MS PowerPoint dan hari ke-3 sedikit praktek Macromedia Flash. Di hari terakhirnya setiap peserta diwajibkan untuk memberikan presentasi materi belajar berbasis multimedia di hari terakhir. Sangat menarik... Kenapa? Training ini dirancang dengan muatan sangat sederhana namun dimaksudkan untuk mampu memberikan bekal praktis bagi para guru untuk kembali ke sekolah masing-masing dan memprtaktekkannya di dunia nyata. Ditengah banyaknya konsep dan tawaran implementasi teknologi informasi untuk pendidikan yang serba canggih, training ini muncul dengan kesederhanaan yang membumi.
Di tempat lain mungkin akan banyak pihak mencemooh... PowerPoint? Kuno...
Namun saya menyaksikan dengan mata kepala sendiri betapa sederhananya para guru kita. Sederhana dalam hampir segala hal. Wawasan, pengalaman, gaya hidup, kemampuan finansial, dst... Sulit membayangkan bahwa komunitas seperti ini harus "diguyur" dengan materi-materi belajar canggih yang kemudian malah terlalu sulit bahkan tidak mungkin dibawa pulang ke sekolah mereka untuk diterapkan.
MS PowerPoint adalah aplikasi favorit andalan saya selama hampir 15 tahun bergelut di bidang pelatihan dan pendidikan. Ini adalah aplikasi "silver bullet" saya. Aplikasi yang bisa menjawab hampir 80-90% dan segala kebutuhan pembuatan materi belajar yang saya buat. Aplikasi yang sangat "straight forward", bisa dipakai bagi orang yang betul-betul pemula hingga yang sangat advance. Sangat "bersahabat" dengan komputer jenis apapun, sangat mudah digandengkan dengan LCD projector apapun, kalau tidak ada projector juga sangat mudah dicetak dengan printer apapun dengan hasil yang sangat baik. Bisa "ditempel" apapun (teks, audio, image, video, animasi, dll). Learning curve yang sangat landai, artinya sangat mudah dipelajari. Seorang pemula dalam beberapa jam saja sudah bisa memakai berbagai fitur basic nya. Amazing bukan?
Sebuah sekolah favorit di kota saya menolak untuk diberikan pelatihan MS PowerPoint karena bilang bahwa ini sudah pernah dilaksanakan sebelumnya dan saya menangkap kesan "merendahkan" aplikasi hebat ini. Ya sudahlah...
Bp. Nanang Rijono yang merancang pelatihan ini adalah juga orang sederhana dari sisi teknologi, bukan ahli teknologi, beliau setiap saat selalu bilang kepada orang lain bahwa ybs punya kemampuan komputer terbatas, bahkan blog ybs pun dibuatkan oleh anaknya :-) Dibalik kesederhanaan cara pandang ybs, lahirlah pelatihan sederhana tapi membumi ini. Saya yakin bahwa akan banyak hal praktis yang akan bisa langsung dipraktekkan para peserta saat kembali ke tempat kerjanya masing-masing.
Saya pun berusaha keras mendukung "pathway" training yang dibuat ybs dengan memberikan materi-materi dan latihan-latihan yang membumi di sesi saya. Saya fokus pada pengenalan mendasar Internet dan memberikan bukti langsung kepada para peserta betapa powerful nya Internet.
Didepan PC dan laptopnya yang terkoneksi ke Internet, peserta saya berikan lomba cepat-cepatan mencari jawaban pertanyaan saya seperti:
"Tanggal berapa Olimpiade Beijing 2008 dilaksanakan?"
"Dimanakah kota kelahiran Barack Obama?"
"Apakah ibukota negara Mauritius?"
Pertanyaan-pertanyaan yang bisa mereka jawab secara akurat dalam waktu kurang dari 1 menit. Bahkan mereka sendiri tampak kaget tapi excited menghadapi kenyataan itu ...
Mereka juga selanjutnya merasakan langsung betapa hebatnya Internet yang bisa memberikan jawaban atas "apapun" yang mereka butuhkan... Terutama yang berhubungan dengan tugas pembuatan materi ajar digital yang akan mereka kerjakan.
Saya pribadi puas bisa memberikan sesuatu yang mudah-mudahan bisa bermanfaat, tidak hanya bagi para peserta, tetapi juga bagi orang lain yang akan mendapat dampak ikutan dari mereka yang ikut kali ini...
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id
Saya dijatah untuk mengarahkan sesi hari ke-2 tentang Internet untuk Pendidikan. Hari ke-3 diisi dengan pelatihan untuk menggunakan MS PowerPoint dan hari ke-3 sedikit praktek Macromedia Flash. Di hari terakhirnya setiap peserta diwajibkan untuk memberikan presentasi materi belajar berbasis multimedia di hari terakhir. Sangat menarik... Kenapa? Training ini dirancang dengan muatan sangat sederhana namun dimaksudkan untuk mampu memberikan bekal praktis bagi para guru untuk kembali ke sekolah masing-masing dan memprtaktekkannya di dunia nyata. Ditengah banyaknya konsep dan tawaran implementasi teknologi informasi untuk pendidikan yang serba canggih, training ini muncul dengan kesederhanaan yang membumi.
Di tempat lain mungkin akan banyak pihak mencemooh... PowerPoint? Kuno...
Namun saya menyaksikan dengan mata kepala sendiri betapa sederhananya para guru kita. Sederhana dalam hampir segala hal. Wawasan, pengalaman, gaya hidup, kemampuan finansial, dst... Sulit membayangkan bahwa komunitas seperti ini harus "diguyur" dengan materi-materi belajar canggih yang kemudian malah terlalu sulit bahkan tidak mungkin dibawa pulang ke sekolah mereka untuk diterapkan.
MS PowerPoint adalah aplikasi favorit andalan saya selama hampir 15 tahun bergelut di bidang pelatihan dan pendidikan. Ini adalah aplikasi "silver bullet" saya. Aplikasi yang bisa menjawab hampir 80-90% dan segala kebutuhan pembuatan materi belajar yang saya buat. Aplikasi yang sangat "straight forward", bisa dipakai bagi orang yang betul-betul pemula hingga yang sangat advance. Sangat "bersahabat" dengan komputer jenis apapun, sangat mudah digandengkan dengan LCD projector apapun, kalau tidak ada projector juga sangat mudah dicetak dengan printer apapun dengan hasil yang sangat baik. Bisa "ditempel" apapun (teks, audio, image, video, animasi, dll). Learning curve yang sangat landai, artinya sangat mudah dipelajari. Seorang pemula dalam beberapa jam saja sudah bisa memakai berbagai fitur basic nya. Amazing bukan?
Sebuah sekolah favorit di kota saya menolak untuk diberikan pelatihan MS PowerPoint karena bilang bahwa ini sudah pernah dilaksanakan sebelumnya dan saya menangkap kesan "merendahkan" aplikasi hebat ini. Ya sudahlah...
Bp. Nanang Rijono yang merancang pelatihan ini adalah juga orang sederhana dari sisi teknologi, bukan ahli teknologi, beliau setiap saat selalu bilang kepada orang lain bahwa ybs punya kemampuan komputer terbatas, bahkan blog ybs pun dibuatkan oleh anaknya :-) Dibalik kesederhanaan cara pandang ybs, lahirlah pelatihan sederhana tapi membumi ini. Saya yakin bahwa akan banyak hal praktis yang akan bisa langsung dipraktekkan para peserta saat kembali ke tempat kerjanya masing-masing.
Saya pun berusaha keras mendukung "pathway" training yang dibuat ybs dengan memberikan materi-materi dan latihan-latihan yang membumi di sesi saya. Saya fokus pada pengenalan mendasar Internet dan memberikan bukti langsung kepada para peserta betapa powerful nya Internet.
Didepan PC dan laptopnya yang terkoneksi ke Internet, peserta saya berikan lomba cepat-cepatan mencari jawaban pertanyaan saya seperti:
"Tanggal berapa Olimpiade Beijing 2008 dilaksanakan?"
"Dimanakah kota kelahiran Barack Obama?"
"Apakah ibukota negara Mauritius?"
Pertanyaan-pertanyaan yang bisa mereka jawab secara akurat dalam waktu kurang dari 1 menit. Bahkan mereka sendiri tampak kaget tapi excited menghadapi kenyataan itu ...
Mereka juga selanjutnya merasakan langsung betapa hebatnya Internet yang bisa memberikan jawaban atas "apapun" yang mereka butuhkan... Terutama yang berhubungan dengan tugas pembuatan materi ajar digital yang akan mereka kerjakan.
Saya pribadi puas bisa memberikan sesuatu yang mudah-mudahan bisa bermanfaat, tidak hanya bagi para peserta, tetapi juga bagi orang lain yang akan mendapat dampak ikutan dari mereka yang ikut kali ini...
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id
Categories: Blog Urang Samarinda
Minimnya Musholla di Mal & Hotel Mewah
Hingga saat ini saya suka heran dengan kenyataan minimnya fasilitas untuk melakukan ibadah sholat di gedung-gedung besar nan mewah di negeri ini. Paling tidak yang paling sering saya datangi di kota saya. Dari 2 mal besar yang ada, tidak satupun yang memiliki musholla dedicated dan memadai. Keduanya hanya menggunakan ruang kecil darurat yang juga tidak diurus dengan serius. Pada jam-jam masuk waktu sholat, tempat-tempat itu penuh sesak dan berantakan.
Namun syukur alhamdulillah, di daerah saya dimana pemerintah bergelimang anggaran keuangan yang berlimpah, rata-rata saya lihat instansi pemerintah selalu memprioritaskan pembangunan musholla di lingkungan kantornya masing-masing. Jadi, kontras dengan mal-mal, justru di kantor-kantor pemerintah, kita akan berhadapan dengan musholla yang full AC, bersih dan memang didesain khusus untuk sholat.
Hal ini juga terjadi di semakin banyak sekolah-sekolah negeri yang juga mendapat dana semakin banyak, baik dari anggaran pemerintah maupun sumbangan orangtua siswa. Musholla menjadi salah satu prioritas, walaupun bukan full AC dan tidak besar, serta relatif tidak terurus.
Hotel mewah, fifty-fifty lah... Beberapa yang saya tahu di Samarinda (gak tahu di kota lain), musholla nya relatif baik bahkan bagus sekali. Tetapi di beberapa yang lain sangat memoprihatinkan.
Kanapa bisa begitu ya?
Ada beberapa hal terlintas di kepala saya sebagai penyebabnya. Satu, mungkin karena sedikitnya orang yang peduli (semakin banyak orang muslim tidak sholat?), walau kalau lihat ramainya musholla di jam-jam masuk waktu sholat pendapat ini agak meragukan. Kedua, pemilik gedung yang tidak peduli, tanpa bermaksud SARA, saya lihat yang tidak memiliki musholla memadai adalah gedung-gedung yang dimiliki orang non-muslim. Wajar saja... tapi seharusnya ada gerakan lebih kuat dari para karyawan misalnya untuk menekan pemilik memenuhi kebutuhan paling dasar yang satu ini. Ketiga, mungkin gara-gara para arsitek juga yang tidak punya desain baku yang bagus pada saat menyodorkan desain gambarnya diawal pembangunan gedung-gedung mewah tersebut. Kalau para arsitek sudah punya gambar standard yang memang memasukkan fasilitas ini, mustinya besar kemungkinan pemilik gedung akan ikut saja...
Wallahualam...
Update:
Kebetulan pas ada di Senayan City Jakarta, luar biasa... musholla nya bagus sekali, full ac, ditempatkan di pojok yang luas dan didesain khusus dari awal. ada locker yang dijaga petugas. wanita dan pria memiliki entry door berbeda, ada ruang tunggu luas dimana orang bisa duduk sambil melepas sepatu. hebat... namanya? "executive mosholla" yang ditempel besar didepan lorong masuknya. salut utk pemilik sensi, semoga amalnya diterima disisinya. amin...
Di saat bersamaan, Hotel Ibis Slipi yg lumayan besar dan chic banget... namun musholla nya payah, tanpa ac, sempit, agak kumuh, ditaruh di parkir basement bercampur dengan lokasi tidur2an para cleaning service saat istirahat siang... waktu sholat jumat juga parah sekali, karpet kurang... padahal jamaah nya banyak sekali, sedih...
Written on: Asus Eee PC 4G Black
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id
Namun syukur alhamdulillah, di daerah saya dimana pemerintah bergelimang anggaran keuangan yang berlimpah, rata-rata saya lihat instansi pemerintah selalu memprioritaskan pembangunan musholla di lingkungan kantornya masing-masing. Jadi, kontras dengan mal-mal, justru di kantor-kantor pemerintah, kita akan berhadapan dengan musholla yang full AC, bersih dan memang didesain khusus untuk sholat.
Hal ini juga terjadi di semakin banyak sekolah-sekolah negeri yang juga mendapat dana semakin banyak, baik dari anggaran pemerintah maupun sumbangan orangtua siswa. Musholla menjadi salah satu prioritas, walaupun bukan full AC dan tidak besar, serta relatif tidak terurus.
Hotel mewah, fifty-fifty lah... Beberapa yang saya tahu di Samarinda (gak tahu di kota lain), musholla nya relatif baik bahkan bagus sekali. Tetapi di beberapa yang lain sangat memoprihatinkan.
Kanapa bisa begitu ya?
Ada beberapa hal terlintas di kepala saya sebagai penyebabnya. Satu, mungkin karena sedikitnya orang yang peduli (semakin banyak orang muslim tidak sholat?), walau kalau lihat ramainya musholla di jam-jam masuk waktu sholat pendapat ini agak meragukan. Kedua, pemilik gedung yang tidak peduli, tanpa bermaksud SARA, saya lihat yang tidak memiliki musholla memadai adalah gedung-gedung yang dimiliki orang non-muslim. Wajar saja... tapi seharusnya ada gerakan lebih kuat dari para karyawan misalnya untuk menekan pemilik memenuhi kebutuhan paling dasar yang satu ini. Ketiga, mungkin gara-gara para arsitek juga yang tidak punya desain baku yang bagus pada saat menyodorkan desain gambarnya diawal pembangunan gedung-gedung mewah tersebut. Kalau para arsitek sudah punya gambar standard yang memang memasukkan fasilitas ini, mustinya besar kemungkinan pemilik gedung akan ikut saja...
Wallahualam...
Update:
Kebetulan pas ada di Senayan City Jakarta, luar biasa... musholla nya bagus sekali, full ac, ditempatkan di pojok yang luas dan didesain khusus dari awal. ada locker yang dijaga petugas. wanita dan pria memiliki entry door berbeda, ada ruang tunggu luas dimana orang bisa duduk sambil melepas sepatu. hebat... namanya? "executive mosholla" yang ditempel besar didepan lorong masuknya. salut utk pemilik sensi, semoga amalnya diterima disisinya. amin...
Di saat bersamaan, Hotel Ibis Slipi yg lumayan besar dan chic banget... namun musholla nya payah, tanpa ac, sempit, agak kumuh, ditaruh di parkir basement bercampur dengan lokasi tidur2an para cleaning service saat istirahat siang... waktu sholat jumat juga parah sekali, karpet kurang... padahal jamaah nya banyak sekali, sedih...
Written on: Asus Eee PC 4G Black
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id
Categories: Blog Urang Samarinda
Debat Publik Calon Gubernur Kaltim 2008-2013
Debat publik ini dilakukan di Samarinda tanggal 22 Mei 2008, diselenggarakan dan disiarkan secara langsung oleh Metro TV. Debat disponsori oleh KPU Kaltim, jadi ini adalah debat versi resmi yang sekaligus menandai ditutupnya masa kampanye dan dilanjutkan ke hari pencoblosan 25 Mei 2008.
Seluruh calon hadir lengkap, nomor 1 Awang-Farid, 2 Nusyirwan-Heru Bambang, 3 Amins-Hadi, 4 Jusuf-Luther. Proses debat juga lumayan lancar dan bisa memberi gambaran pada masyarakat untuk menilai secara lebih jernih. Dari banyak teman di Kaltim yang saya hubungi, sebagian besar menonton acara ini dengan antusias, termasuk saya dan istri saya walau hanya sempat menonton sekitar 30 menit terakhir.
Sebagian besar teman-teman yang saya ajak diskusi sepakat bahwa debat ini dimenangkan oleh Jusuf-Luther yang menunjukkan kecerdasan dan pengalamannya serta juga dibarengi kedewasaan dalam bersikap. Saya dan Aidha istri saya juga sepakat 100% bahwa Jusuf memang jauh unggul dibanding pesaing lainnya. Harusnya debat semacam ini dilakukan lebih dari 1 kali, seperti bisa kita lihat di USA misalnya. Kalau hanya berdasar debat 1 kali, penilaian pasti bisa bias.
Apalagi bagi peserta nomor 1 yang langsung dihujam pertanyaan moderator yang tampaknya membuatnya down, mood turun dan kecewa mengenai pemeriksaan KPK atas dirinya. Namun nomor 1 jelas tidak perform bagus di ajang ini. Awang tidang memberikan sedikitpun kesempatan kepada wakilnya Farid untuk ikut bicara. Tipikal arogansi gaya kepemimpinan ybs yang sudah saya tulis sebelumnya. Awang juga selalu melebihi jatah waktu 2 menit yang disediakan padanya untuk mejawab. Awang juga terlihat tendensius dan bernada "desperate" ketika diberi kesempatan mengajukan pertanyaan ke calon lain.
Nomor 2? Well, saya menganggap bahwa mereka berhasil menjadi nomor 2 dalam debat ini. Jelas terlihat bahwa Nusyirwan dan wakilnya Heru Bambang adalah tipikal pemimpin muda yang lebih terbuka, serius dan cerdas. Namun tampak sangat kental sekali keduanya tidak berpengalaman dalam berpolitik, terlihat dari jawabannya yang terlalu "straight to the point". Jelas juga terlihat jiwa birokratnya yang tercermin dari jawabannya yang "melepas" tanggung jawab dan hanya terfokus pada tupoksi jabatannya sebagai Assisten II Provinsi Kaltim dan Sekda Kota Balikpapan. Ditanya soal jalan Kaltim yang hancur, Nusyirwan mengatakan bahwa sebagai Assiten II, ybs tidak memiliki wewenang soal jalan, itu adalah tanggung jawab bidang lain. Bagi saya, ini adalah jawaban tipikal birokrat kita yang sangat sempit cara pandangnya.
Nomor 3? Ini adalah duet pelawak yang hobinya guyon tapi sama sekali tidak menguasai masalah. Amins sama sekali tidak memiliki kemampuan berbicara didepan publik. Pengetahuannya juga terlihat sangat sempit. Istilah "pendidikan gratis" diartikannya secara sempit dengan akan diturunkannya dana Rp 40 milyar untuk mengganti biaya uang partisipasi siswa baru yang akan masuk sekolah di Samarinda. Hal yang baru akan dilaksanakannya di Kota Samarinda itu dijanjikannya akan dilakukan di seluruh provinsi bila dia menang. Amins juga selalu menjawab pertanyaan dalam waktu kurang dari 1 menit, padahal waktu yang disediakan 2 menit. Bagi saya, ini adalah tanda bahwa dia tidak bisa menjawab. Dan jawabannya pun selalu guyon saja...
Wakilnya? Hadi adalah seorang da'i PKS yang mumpuni. Sebelum ini dalam sebuah khutbah Jumat di mesjid dekat rumah saya, Hadi berhasil membuat saya dan banyak orang menitikkan air mata haru ketika dia bercerita tentang kisah-kisah Rasulullah. Harus diakui ybs adalah penceramah yang sangat handal. Hadi banyak mengambil alih untuk mejawab pertanyaan yang tidak bisa dengan baik dijawab Amins. Namun dari caranya berbicara dan melontarkan singgungan-singgungan ke peserta lain, saya merasa bahwa sebagai calon gubernur, Hadi masih harus lebih banyak belajar...
Akhirnya, Jusuf-Luther... Jusuf jelas memperlihatkan kecerdasan, penguasaan masalah serta kepekaannya terhadap masalah-masalah riil masyarakat di lapangan. Jawaban selalu tepat sasaran, kritikan juga dijawab bijak dan tidak "menohok" lawan. Overall, Jusuf menang dalam depat ini. sayang saya sama sekali tidak menyaksikan saat Luther berbicara, jadi no comment atas hal ini.
Saya ingatkan bahwa pendapat saya diatas didasarkan atas pada pengamatan sempit didalam acara debat saja. Mudah-mudahan bermanfaat.
Baca juga tulisan saya sebelumnya:
Ditulis menggunakan Asus Eee PC 4G Black sebagian di Bandara Sepinggan Balikpapan dan dituntaskan di hotspot The Coffee Bean Senayan City
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id
Seluruh calon hadir lengkap, nomor 1 Awang-Farid, 2 Nusyirwan-Heru Bambang, 3 Amins-Hadi, 4 Jusuf-Luther. Proses debat juga lumayan lancar dan bisa memberi gambaran pada masyarakat untuk menilai secara lebih jernih. Dari banyak teman di Kaltim yang saya hubungi, sebagian besar menonton acara ini dengan antusias, termasuk saya dan istri saya walau hanya sempat menonton sekitar 30 menit terakhir.
Sebagian besar teman-teman yang saya ajak diskusi sepakat bahwa debat ini dimenangkan oleh Jusuf-Luther yang menunjukkan kecerdasan dan pengalamannya serta juga dibarengi kedewasaan dalam bersikap. Saya dan Aidha istri saya juga sepakat 100% bahwa Jusuf memang jauh unggul dibanding pesaing lainnya. Harusnya debat semacam ini dilakukan lebih dari 1 kali, seperti bisa kita lihat di USA misalnya. Kalau hanya berdasar debat 1 kali, penilaian pasti bisa bias.
Apalagi bagi peserta nomor 1 yang langsung dihujam pertanyaan moderator yang tampaknya membuatnya down, mood turun dan kecewa mengenai pemeriksaan KPK atas dirinya. Namun nomor 1 jelas tidak perform bagus di ajang ini. Awang tidang memberikan sedikitpun kesempatan kepada wakilnya Farid untuk ikut bicara. Tipikal arogansi gaya kepemimpinan ybs yang sudah saya tulis sebelumnya. Awang juga selalu melebihi jatah waktu 2 menit yang disediakan padanya untuk mejawab. Awang juga terlihat tendensius dan bernada "desperate" ketika diberi kesempatan mengajukan pertanyaan ke calon lain.
Nomor 2? Well, saya menganggap bahwa mereka berhasil menjadi nomor 2 dalam debat ini. Jelas terlihat bahwa Nusyirwan dan wakilnya Heru Bambang adalah tipikal pemimpin muda yang lebih terbuka, serius dan cerdas. Namun tampak sangat kental sekali keduanya tidak berpengalaman dalam berpolitik, terlihat dari jawabannya yang terlalu "straight to the point". Jelas juga terlihat jiwa birokratnya yang tercermin dari jawabannya yang "melepas" tanggung jawab dan hanya terfokus pada tupoksi jabatannya sebagai Assisten II Provinsi Kaltim dan Sekda Kota Balikpapan. Ditanya soal jalan Kaltim yang hancur, Nusyirwan mengatakan bahwa sebagai Assiten II, ybs tidak memiliki wewenang soal jalan, itu adalah tanggung jawab bidang lain. Bagi saya, ini adalah jawaban tipikal birokrat kita yang sangat sempit cara pandangnya.
Nomor 3? Ini adalah duet pelawak yang hobinya guyon tapi sama sekali tidak menguasai masalah. Amins sama sekali tidak memiliki kemampuan berbicara didepan publik. Pengetahuannya juga terlihat sangat sempit. Istilah "pendidikan gratis" diartikannya secara sempit dengan akan diturunkannya dana Rp 40 milyar untuk mengganti biaya uang partisipasi siswa baru yang akan masuk sekolah di Samarinda. Hal yang baru akan dilaksanakannya di Kota Samarinda itu dijanjikannya akan dilakukan di seluruh provinsi bila dia menang. Amins juga selalu menjawab pertanyaan dalam waktu kurang dari 1 menit, padahal waktu yang disediakan 2 menit. Bagi saya, ini adalah tanda bahwa dia tidak bisa menjawab. Dan jawabannya pun selalu guyon saja...
Wakilnya? Hadi adalah seorang da'i PKS yang mumpuni. Sebelum ini dalam sebuah khutbah Jumat di mesjid dekat rumah saya, Hadi berhasil membuat saya dan banyak orang menitikkan air mata haru ketika dia bercerita tentang kisah-kisah Rasulullah. Harus diakui ybs adalah penceramah yang sangat handal. Hadi banyak mengambil alih untuk mejawab pertanyaan yang tidak bisa dengan baik dijawab Amins. Namun dari caranya berbicara dan melontarkan singgungan-singgungan ke peserta lain, saya merasa bahwa sebagai calon gubernur, Hadi masih harus lebih banyak belajar...
Akhirnya, Jusuf-Luther... Jusuf jelas memperlihatkan kecerdasan, penguasaan masalah serta kepekaannya terhadap masalah-masalah riil masyarakat di lapangan. Jawaban selalu tepat sasaran, kritikan juga dijawab bijak dan tidak "menohok" lawan. Overall, Jusuf menang dalam depat ini. sayang saya sama sekali tidak menyaksikan saat Luther berbicara, jadi no comment atas hal ini.
Saya ingatkan bahwa pendapat saya diatas didasarkan atas pada pengamatan sempit didalam acara debat saja. Mudah-mudahan bermanfaat.
Baca juga tulisan saya sebelumnya:
- Jusuf SK, Calon Gubernur Kaltim Terbaik?
- Calon Gubernur Kalimantan Timur yang "Layak"
- Pemilihan Gubernur Kalimantan Timur 2008
Ditulis menggunakan Asus Eee PC 4G Black sebagian di Bandara Sepinggan Balikpapan dan dituntaskan di hotspot The Coffee Bean Senayan City
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id
Categories: Blog Urang Samarinda
Jusuf SK, Calon Gubernur Kaltim Terbaik?
Ini tulisan ketiga saya berkenaan dengan Cagub Kaltim. Biasanya saya tidak terlalu bergairah berdiskusi masalah seperti ini. Namun kali ini entah kenapa saya lebih tertarik untuk ikut sumbang pemikiran. Kemungkinan besar karena begitu muaknya saya dengan rendahnya "kualitas" kehidupan di tempat tinggal saya ini. Provinsi dengan kekayaan alam yang luar biasa ini (dengan penduduk hanya 2,5 juta) harusnya sudah bisa memiliki kualitas yang paling tidak setara Brunei atau bahkan Singapura, tapi sekarang hanya bisa mencapai taraf sekelas negara Kamboja.
Saya yakin sepenuhnya bahwa hal ini terjadi karena pemimpin daerah ini tidak memiliki kualitas yang cukup untuk memajukan Kaltim. Untuk itu saya mencoba membuat beberapa kriteria versi saya untuk memilih cagub yang kira-kira bisa membawa Kaltim kearah lebih baik. Lihat tulisan saya sebelumnya (satu, dua). Kali ini saya ikut senang karena salah satu calon yang berdasar kriteria saya memiliki score paling tinggi, ternyata lolos untuk maju ke tahap akhir pemilihan langsung 2 bulan lagi. Namanya Jusuf SK (atau Yusuf SK?), seorang dokter yang sukses memimpin sebuah rumah sakit, kemudian menjadi Walikota di sebuah kota di ujung utara Kaltim yang dia mimpikan menjadi Singapura kecil :-)
Saya tidak punya kepentingan politik apapun, saya hanya rakyat biasa. Namun di hati kecil saya tumbuh harapan bahwa daerah saya akan dipimpin oleh pemimpin yang jelas punya kadar intelektualitas dan kualitas leadership yang benar-benar bagus, bukan sekedar politisi kacangan yang lebih banyak mirip preman jalanan. Siapapun dia...
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id
Saya yakin sepenuhnya bahwa hal ini terjadi karena pemimpin daerah ini tidak memiliki kualitas yang cukup untuk memajukan Kaltim. Untuk itu saya mencoba membuat beberapa kriteria versi saya untuk memilih cagub yang kira-kira bisa membawa Kaltim kearah lebih baik. Lihat tulisan saya sebelumnya (satu, dua). Kali ini saya ikut senang karena salah satu calon yang berdasar kriteria saya memiliki score paling tinggi, ternyata lolos untuk maju ke tahap akhir pemilihan langsung 2 bulan lagi. Namanya Jusuf SK (atau Yusuf SK?), seorang dokter yang sukses memimpin sebuah rumah sakit, kemudian menjadi Walikota di sebuah kota di ujung utara Kaltim yang dia mimpikan menjadi Singapura kecil :-)
Saya tidak punya kepentingan politik apapun, saya hanya rakyat biasa. Namun di hati kecil saya tumbuh harapan bahwa daerah saya akan dipimpin oleh pemimpin yang jelas punya kadar intelektualitas dan kualitas leadership yang benar-benar bagus, bukan sekedar politisi kacangan yang lebih banyak mirip preman jalanan. Siapapun dia...
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id
Categories: Blog Urang Samarinda
2008, Tahun Emas Manchester United
Manchester United are the Champions of Europe and the Champions of England too (ESPN). Sungguh merupakan malam yang spektakuler, Manchester United, tim favorit abadi saya mencetak prestasi double win, juara Liga Premiere Inggris 2007/2008, dan kemudian dituntaskan dengan menjadi UEFA Champions 2007/2008. Amazing squad, amazing manager, it is truly the golden year for Manchester United. Selamat...
Walau menonton final yang sangat panjang melawan Chelsea, namun rasa lelah dan ngantuk bisa ditutup dengan senyum lebar menyaksikan pasukan campuran tua muda ini mengangkat piala Champions. Van der Sar memblok penalti terakhir dari Anelka setelah Ronaldo gagal dan nyaris membuat MU kalah, maka meledaklah stadion Luzhniki di Moscow. Luar biasa. What a year to remember...
Melihat mereka, saya melihat kerja keras, profesionalisme, spirit super tinggi, stndar pengelolaan klub kelas dunia dan tentu saja diimbangi gelimangan kemewahan dan kehidupan glamour.
Berikut beberapa statement asli dari para pelatih dan pemain yang saya copy dari ESPN.
Ronaldo: 'I feel very proud for the lads. They believe all the time. The lads deserve the Champions League. I looked forward to winning this competition -and we won the Premier League. It's a magnificent season for me.' Ronaldo shrugged off missing his penalty in the shoot-out, adding: 'This is football. I don't know what to say. 'I think we're going to lose. I score the goal and miss the penalty. The worst day of my life. 'But the lads did the proper job and I feel very proud for them. It means everything for me.'
Ferguson: 'It's a fantastic achievement. I'm delighted for my players. I think this has the making of my best team. That's the first penalty shoot-out I've ever won. When we missed the penalty kick (from Ronaldo) we thought we were in trouble but I thought we deserved the win.'
Ditulis menggunakan Asus Eee PC 4G Black
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id
Walau menonton final yang sangat panjang melawan Chelsea, namun rasa lelah dan ngantuk bisa ditutup dengan senyum lebar menyaksikan pasukan campuran tua muda ini mengangkat piala Champions. Van der Sar memblok penalti terakhir dari Anelka setelah Ronaldo gagal dan nyaris membuat MU kalah, maka meledaklah stadion Luzhniki di Moscow. Luar biasa. What a year to remember...
Melihat mereka, saya melihat kerja keras, profesionalisme, spirit super tinggi, stndar pengelolaan klub kelas dunia dan tentu saja diimbangi gelimangan kemewahan dan kehidupan glamour.
Berikut beberapa statement asli dari para pelatih dan pemain yang saya copy dari ESPN.
Ronaldo: 'I feel very proud for the lads. They believe all the time. The lads deserve the Champions League. I looked forward to winning this competition -and we won the Premier League. It's a magnificent season for me.' Ronaldo shrugged off missing his penalty in the shoot-out, adding: 'This is football. I don't know what to say. 'I think we're going to lose. I score the goal and miss the penalty. The worst day of my life. 'But the lads did the proper job and I feel very proud for them. It means everything for me.'
Ferguson: 'It's a fantastic achievement. I'm delighted for my players. I think this has the making of my best team. That's the first penalty shoot-out I've ever won. When we missed the penalty kick (from Ronaldo) we thought we were in trouble but I thought we deserved the win.'
Ditulis menggunakan Asus Eee PC 4G Black
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id
Categories: Blog Urang Samarinda
Perbandingan Piala Thomas & Uber dengan PON
Sungguh senang menyaksikan anak remaja saya, Rizka (14 tahun) tiba-tiba senang sekali menyaksikan siaran langsung pertandingan tim Indonesia dalam perebutan Piala Thomas dan Uber di Jakarta saat ini. Rasanya sudah lama sekali saya merindukan event ini, event yang bertahun lalu mampu menumbuhkan rasa patriotisme yang tinggi bagi seluruh bangsa Indonesia. Tradisi gegap gempita turnamen ini mati seiring matinya TVRI dan menurunnya prestasi Indonesia di percaturan bulutangkis dunia.
Lalu kenapa tiba-tiba event ini jadi kembali populer? Prestasi bulutangkis kita meningkat? Rasanya tidak, bahkan semakin buruk rasanya. Saya pikir, semua ini terjadi tidak lepas dari "nekadnya" stasiun televisi Trans TV dan Trans 7 menayangkan sepenuhnya event ini serta promosinya yang sangat efektif ke masyarakat. Terima kasih pada Ishadi SK, dedengkot TVRI yang membawa "roh" TVRI kedalam stasiun swasta Trans Group.
Kemudian, entah dapat angin dari mana para petinggi negara yang sedang sibuk menghadapi resistensi rakyat dalam hal kenaikan BBM, tiba-tiba melihat pentingnya event ini untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari "kesusahan hidup" yang semakin parah hari-hari ini.
Spirit masa lalu ketika menyaksikan pahlawan-pahlawan bulutangkis Indonesia seperti Rudi Hartono, Liem Swie King, Ivanna, Susi Susanti, dll tiba-tiba muncul lagi hari ini. Indah sekali menikmati hari-hari bersama anak saya berteriak dan berjingkrak didepan TV menyaksikan perjuangan para pahlawan itu di Jakarta.
Lalu apa hubungannya dengan PON, terutama PON VII 2008 di Kalimantan Timur?
Hingga hari ini, sekitar 60 hari dari hari H penyelenggaraan, belum ada sama sekali tanda-tanda kemeriahannya. Melihat pengalaman PON sebelumnya yang miskin liputan dan promosi dari stasiun TV besar dari Jakarta, saya kuatir PON kali ini juga akan akan bernasib sama. Sepengetahuan saya, hingga kini panitia belum mendapat sponsor peliputan dari stasiun TV seperti yang didapat oleh Piala Thomas dan Uber.
Padahal acara ini disiapkan dengan dana dan usaha yang sangat besar. Sebagai tuan rumah, saya berani bilang bahwa panitia telah bekerja "berdarah-darah" untuk menjamin agar PON 2008 bisa berjalan sesuai jadwal di Kaltim. Tapi kita akan sangat sedih membayangkan usaha keras yang menguras uang rakyat ini akan berakhir hanya sebagai event "lokal" di Kaltim tanpa ada dampak "psikologis" bagi bangsa ini. Bayangkan jika dampak seperti Piala Thomas dan Uber bisa terjadi juga di event PON nanti pada bulan Juli 2008.
Heran juga, padahal arena PON kalau disiarkan dengan baik, bisa menimbulkan semangat kebangsaan yang tinggi bagi setiap rakyat Indonesia. Menyaksikan atlit daerahnya bertanding dan mengalahkan daerah lainnya akan bisa memberi suntikan kepercayaan serta kecintaan daerah yang pasti akan membawa banyak efek positif bagi pembangunan bangsa.
Anda pikir, kenapa Cina habis-habisan membuat program pembangunan olahraga di negerinya. Program yang diarahkan untuk menguasai dunia di arena Olimpiade dan berbagai kejuaraan dunia lainnya? Para pimpinan negeri itu ingin memberikan kebanggaan dan kepercayaan diri bagi bangsanya...!
Itu kan masalah mendasar bangsa ini. Tidak punya kepercayaan diri, minder, tidak punya kebanggaan yang semakin lama semakin menggerogoti integritas bangsa kita. Mungkin event-event olahraga seperti PON dan Piala Thomas dan Uber adalah obat mujarabnya. Bukan perdebatan para politisi di gedung-gedung mewah DPR/DPRD atau seminar-seminar mahal mengenai pembangunan bangsa...
Update:
Tim Thomas Indonesia takluk ditangan Korea Selatan 0-3 di semifinal (mostly karena beratnya beban mental para pemain yang begitu diharapkan oleh jutaan rakyat negeri ini untuk menang dan memberi suntikan motivasi baru bagi negeri ini). Uniknya, tim Uber yang lebih lemah justru maju ke final menantang Cina.
Update:
Tim Uber Indonesia yang sukses masuk final pun akhirnya "tewas" ditangan juara bertahan Cina. Kali ini dengan angka telak dan hampir tanpa perlawanan karena level permainan berada 1-2 tingkat dibawah Cina.
SBY dan istri hadir menonton dan ikut mendukung. Politisasi piala Thomas dan Uber? Mungkin saja. Hadir juga sejak awal turnamen, Sutiyoso, calon presiden 2009, namun ybs hadir sebagai (kalau tidak salah) Ketua PBSI, wajar...
Ditulis menggunakan Asus Eee PC 4G Black
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id
Lalu kenapa tiba-tiba event ini jadi kembali populer? Prestasi bulutangkis kita meningkat? Rasanya tidak, bahkan semakin buruk rasanya. Saya pikir, semua ini terjadi tidak lepas dari "nekadnya" stasiun televisi Trans TV dan Trans 7 menayangkan sepenuhnya event ini serta promosinya yang sangat efektif ke masyarakat. Terima kasih pada Ishadi SK, dedengkot TVRI yang membawa "roh" TVRI kedalam stasiun swasta Trans Group.
Kemudian, entah dapat angin dari mana para petinggi negara yang sedang sibuk menghadapi resistensi rakyat dalam hal kenaikan BBM, tiba-tiba melihat pentingnya event ini untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari "kesusahan hidup" yang semakin parah hari-hari ini.
Spirit masa lalu ketika menyaksikan pahlawan-pahlawan bulutangkis Indonesia seperti Rudi Hartono, Liem Swie King, Ivanna, Susi Susanti, dll tiba-tiba muncul lagi hari ini. Indah sekali menikmati hari-hari bersama anak saya berteriak dan berjingkrak didepan TV menyaksikan perjuangan para pahlawan itu di Jakarta.
Lalu apa hubungannya dengan PON, terutama PON VII 2008 di Kalimantan Timur?
Hingga hari ini, sekitar 60 hari dari hari H penyelenggaraan, belum ada sama sekali tanda-tanda kemeriahannya. Melihat pengalaman PON sebelumnya yang miskin liputan dan promosi dari stasiun TV besar dari Jakarta, saya kuatir PON kali ini juga akan akan bernasib sama. Sepengetahuan saya, hingga kini panitia belum mendapat sponsor peliputan dari stasiun TV seperti yang didapat oleh Piala Thomas dan Uber.
Padahal acara ini disiapkan dengan dana dan usaha yang sangat besar. Sebagai tuan rumah, saya berani bilang bahwa panitia telah bekerja "berdarah-darah" untuk menjamin agar PON 2008 bisa berjalan sesuai jadwal di Kaltim. Tapi kita akan sangat sedih membayangkan usaha keras yang menguras uang rakyat ini akan berakhir hanya sebagai event "lokal" di Kaltim tanpa ada dampak "psikologis" bagi bangsa ini. Bayangkan jika dampak seperti Piala Thomas dan Uber bisa terjadi juga di event PON nanti pada bulan Juli 2008.
Heran juga, padahal arena PON kalau disiarkan dengan baik, bisa menimbulkan semangat kebangsaan yang tinggi bagi setiap rakyat Indonesia. Menyaksikan atlit daerahnya bertanding dan mengalahkan daerah lainnya akan bisa memberi suntikan kepercayaan serta kecintaan daerah yang pasti akan membawa banyak efek positif bagi pembangunan bangsa.
Anda pikir, kenapa Cina habis-habisan membuat program pembangunan olahraga di negerinya. Program yang diarahkan untuk menguasai dunia di arena Olimpiade dan berbagai kejuaraan dunia lainnya? Para pimpinan negeri itu ingin memberikan kebanggaan dan kepercayaan diri bagi bangsanya...!
Itu kan masalah mendasar bangsa ini. Tidak punya kepercayaan diri, minder, tidak punya kebanggaan yang semakin lama semakin menggerogoti integritas bangsa kita. Mungkin event-event olahraga seperti PON dan Piala Thomas dan Uber adalah obat mujarabnya. Bukan perdebatan para politisi di gedung-gedung mewah DPR/DPRD atau seminar-seminar mahal mengenai pembangunan bangsa...
Update:
Tim Thomas Indonesia takluk ditangan Korea Selatan 0-3 di semifinal (mostly karena beratnya beban mental para pemain yang begitu diharapkan oleh jutaan rakyat negeri ini untuk menang dan memberi suntikan motivasi baru bagi negeri ini). Uniknya, tim Uber yang lebih lemah justru maju ke final menantang Cina.
Update:
Tim Uber Indonesia yang sukses masuk final pun akhirnya "tewas" ditangan juara bertahan Cina. Kali ini dengan angka telak dan hampir tanpa perlawanan karena level permainan berada 1-2 tingkat dibawah Cina.
SBY dan istri hadir menonton dan ikut mendukung. Politisasi piala Thomas dan Uber? Mungkin saja. Hadir juga sejak awal turnamen, Sutiyoso, calon presiden 2009, namun ybs hadir sebagai (kalau tidak salah) Ketua PBSI, wajar...
Ditulis menggunakan Asus Eee PC 4G Black
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id
Categories: Blog Urang Samarinda
Sukses Kuliah dengan Beasiswa di Amerika Serikat
Para siswa Indonesia yang pintar-pintar dan ingin kuliah ke luar negeri dengan beasiswa sebagian besar adalah para "pengecut". Mereka semuanya hanya ingin mencari dan mendapatkan paket beasiswa yang sudah "matang" dan lengkap mencakup segala hal. Paket yang mengurusi mereka mulai dari buat paspor dan visa, mencari tiket untuk keberangkatan, rumah penginapan, pendaftaran ke universitas, dikenalkan dengan budaya baru, diantar ke kampus dan dikenalkan dengan segala tetek bengek perkuliahan. Bahkan diurusi cara membeli makan dan mencari tempat ibadah.
Kalau mereka tidak bisa mendapatkan paket "mewah" yang gratis seperti diatas, mereka lebih memilih masuk ke perguruan tinggi lokal yang biayanya sudah gila-gilaan saat ini. Saya sungguh menyayangkan "mentalitas" seperti ini. Ini adalah mentalitas orang "katrok" ala Tukul Arwana. Bahkan ada calon mahasiswa Indonesia yang menolak suatu paket beasiswa karena menganggap bahwa biaya hidup USD 800 per bulan yang didapatnya sebagai terlalu kecil dan mereka akan susah disana. Padahal anak-anak Indonesia adalah anak-anak pintar yang dijamin akan sukses kuliah disana kalau bisa fokus dan tekun.
Ada juga calon penerima beasiswa yang tidak mau mengambil beasiswanya karena tidak meng-cover istri dan anaknya yang mau ikut dibawa ke Amerika.
Sungguh menyedihkan... Namun saya tidak menyalahkan mereka-mereka ini. Kemungkinan terbesar penyebabnya adalah karena terbatasnya informasi mengenai lika-liku kehidupan perkuliahan diluar negeri, khususnya dalam hal ini di Amerika Serikat. Hal ini juga karena minimnya rekan-rekan yang sudah mengenal dunia belajar diluar sana untuk membagi pengalamannya di tanah air.
Bandingkan dengan calon-calon mahasiswa dari Cina dan India. Apakah anda pikir ribuan anak-anak muda Cina dan India yang bertaburan di perguruan tinggi di Amerika Serikat mendapatkan paket "mewah" seperti diatas. Tidak...! Mereka adalah orang-orang berani yang menganggap fase kuliah dalam hidupnya sebagai fase "bersusah-susah" dahulu untuk memetik kesuksesan nantinya. Bandingkan dengan filosofi orang Indonesia yang justru beranggapan bahwa masa kuliah berbeasiswa diluar negeri adalah masa indah sekali seumur hidup yang harus dinikmati.
Tapi ada juga yang lucu, para mahasiswa kita yang dapat beasiswa "mewah" di Amerika, Australia, Jepang, Eropa banyak yang berpikiran bahwa masa beasiswa adalah masa kesempatan emas untuk mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya sehingga bisa jadi modal hidup sewaktu pulang ke tanah air. Jadi, banyak yang kemudian bersusah-susah disana (makan mie instan, tidak jalan-jalan, dan berbagai bentuk penghematan ketat lain) supaya bisa mengumpulkan uang. Banyak yang sukses, sewaktu pulang mereka bisa beli mobil, beli rumah, dll.
Pola yang banyak dilakukan orang Cina dan India adalah dengan modal "nekad". Mereka mendaftar langsung ke universitas di Amerika Serikat melalui Internet. Pembayaran uang pendaftaran dsb dilakukan secara online dan proses awal ini tidak mahal, pengalaman saya sekitar USD 100, tergantung persyaratan masing-masing perguruan tinggi. Bagi yang kantongnya pas-pasan akan mencari perguruan tinggi "pinggiran" yang masuknya relatif mudah dan tidak mahal serta menyediakan berbagai kemudahan beasiswa. Namun rata-rata mereka tidak ngotot mencari beasiswa di semester awal karena memang terbatas. Ingat bahwa walaupun universitas kecil, standardnya tinggi.
Bila diterima, mulailah fase "susah" berikutnya. Mereka rata-rata sudah mengumpulkan uang cukup banyak sebelumnya untuk membayar uang kuliah tahap awal, bisa serendah-rendahnya USD 5000. Kemudian mereka mencari visa dimana salah satu jaminannya adalah ada orang/kerabat yang ada di USA yang akan menjamin mereka selama disana. Ini yang mungkin biasanya membuat banyak orang kita yang mundur. Memang dengan ikatan kekerabatan yang tinggi, orang India dan Cina menggunakan teman-temannya yang sudah banyak di Amerika untuk menjadi penjamin ini. Orang kita? Bisa dengan intensif mencari teman atau jaringan perkawanan lain disana. Rata-rata perkumpulan mahasiswa Indonesia disana memiliki forum diskusi online atau website, silahkan dikunjungi dan dihubungi langsung. Dengan modal surat diterima di perguruan tinggi sana plus adanya penjamin, visa bisa relatif mudah didapat.
Kemudian, berangkatlah... dengan harga tiket one-way dari Jakarta ke LA atau Seattle di pantai timur Amerika sekitar USD 600, kita akan sampai disana. Rekan-rekan mahasiswa lain yang ada di kota tujuan biasanya dengan senang hati menjemput dan memberi tumpangan sementara sebelum kita settle. Langsung urus administrasi kuliah, cari penginapan yang murah untuk 1 semester kedepan. Anda bisa dapat harga sewa kamar yang sangat rendah dengan bergabung dengan teman-teman Indonesia lain. Orang-orang India biasanya berkumpul 5-8 orang untuk menyewa rumah jelek 3-4 kamar seharga USD 700-800 per bulan, artinya bisa dibawah USD 100 per orang. Satu semester butuh USD 600.
Itu baru fase awal dari kesusahan para mahasiswa "nekad" tadi. Kesusahan berikut ada di masa perkuliahan, mereka harus berhasil mencetak nilai tinggi dan membuat para dosen professor kagum dengan kita. Kebanyakan mahasiswa Indonesia sangat berhasil di mata kuliah Matematika seperti Kalkulus yang sudah dipelajari di SMA, anak Amerika sangat lemah dibidang ini. Dekati sebanyak-banyaknya teman dan dosen. Sering-sering main ke kantor akademik, cari sebanyak-banyaknya informasi terutama beasiswa. Ada banyak sekali beasiswa tersedia disana yang sifatnya bukan beasiswa penuh, tapi partial. Daftarlah sesegera mungkin, kalau perlu dengan rekomendasi para profesor yang sudah kagum dengan anda tadi. Rata-rata beasiswa tidak membatasi hanya pada warga negara, bisa untuk siapapun yang memang pintar.
Untuk mencari tambahan pendapatan, carilah pekerjaan. Kalau tidak ada yang legal, carilah pekerjaan gelap. Banyak sekali pekerjaan kasar yang tidak disukai orang lokal. Rajinlah bertanya ke teman-teman dan keliling melihat lowongan. Dijamin dalam waktu singkat anda akan bisa mendapatkan pekerjaan dengan gaji lumayan. Pekerja di McD misalnya akan mendapatkan sekitar USD 2 per jam. Kerja 6 jam per hari, 5 hari seminggu sudah sangat lumayan untuk membantu bayar kost. Ingat bahwa masa ini adalah masa susah, tekanlah pengeluaran seminim mungkin.
Ketika masuk semester 2 dengan nilai cemerlang (seperti yang didapat anak India dan Cina), maka anda dipastikan bisa dapat beasiswa yang jumlahnya sangat lumayan untuk meng cover biaya kuliah. Pada saat itu juga anda sudah bisa menyesuaikan dengan keadaan disana, punya banyak teman dan sudah mengenal trik-trik mengatasi kesulitan hidup disana. Dijamin kalau anda cerdik dan tekun, uang kiriman orang tua akan tidak diperlukan lagi. Bahkan banyak orang Indonesia (juga India dan Cina) mulai bisa mengirim uang untuk membantu keluarganya di tanah air. Ingat bahwa nilai dollar lebih tinggi dari rupiah.
Setelah selesai, lulusan asal Indonesia yang pintar akan dengan mudah mendapatkan pekerjaan di Amerika dengan gaji yang lumayan, tentu saja dengan syarat jangan memilih-milih kerjaan. Gaji yang didapat jauh sekali nilainya dibanding lulusan S1 di Indonesia. Dan bisa kemudian anda memutuskan untuk pulang ke tanah air, modal ijazah Amerika dan pengalaman kerja disana akan mempertinggi "nilai jual" anda saat mencari kerja dimanapun.
Dijamin investasi awal anda akan "impas", sama dan mungkin bahkan lebih "bermakna" dibanding anda mendapatkan paket beasiswa penuh. Selanjutnya? Terserah anda...
Tentu saja banyak penyederhanaan dari cerita saya diatas. Namun yang terpenting niat saya adalah memberikan persepsi baru kepada calon mahasiswa Indonesia bahwa niatan sekolah keluar negeri bukanlah sesuatu yang eksklusif untuk orang kaya dan orang pintar yang "beruntung" bisa dapat paket beasiswa penuh. Kuliah di Boston University misalnya, bukanlah sesuatu yang sangat sulit. Prinsipnya sama saja dengan kuliah di UGM misalnya.
Mungkin ada cerita-cerita kontradiktif dari teman-teman di Australia, Eropa atau Jepang. Perlu saya tambahkan bahwa Amerika Serikat adalah negeri kapitalis murni yang jauh lebih open dibanding negara lain. Dibanyak hal, aturan dan hukum juga lebih "longgar". Silahkan lihat sendiri. Amerika juga menawarkan berbagai kemudahan bagi para pendatang yang dalam banyak hal tidak dibedakan dengan warga negaranya sendiri.
Syarat lain yang penting dipersiapkan sedini mungkin adalah kemampuan bahasa Inggris. Usahakan maksimal agar TOEFL score anda minimal 600 pada saat mendaftar kuliah. Ini akan sangat membantu anda mempermudah urusan lain, termasuk membuat anda jauh lebih percaya diri menghadapi masa transisi di semester awal di dunia yang sama sekali berbeda, dunia dengan bahasa berbeda. Percayalah, 600 bisa anda dapat dengan kerja keras.
So? Why wait...
Update:
Silahkan masuk ke situs AMINEF http://aminef.or.id yang memiliki informasi terlengkap mengenai sekolah di Amerika Serikat serta berbagai tawaran beasiswa full maupun partial.
Kemudian cari sendirilah situs universitas di Amerika Serikat yang sekiranya cocok dengan kebutuhan anda, biasanya mereka selalu menggunakan domain EDU seperti misalnya http://osu.edu/ yang merupakan situs Ohio State University (salah satu perguruan tinggi disana dengan banyak mahasiswa asal Indonesia). Jika telah menemuinya, masuklah ke link yang berbunyi "future students" atau "prospective students" atau "international students". Dari sini, akan dengan mudah akan anda dapatkan segala info tentang cara mendaftar tanpa harus datang kesana.
Jangan lupa juga untuk selalu mencari info "financial aid" atau "student employment opportunity", ini semua untuk mencari beasiswa. Kalau ingin tahu kehidupan kampus tanpa harus kesana, biasanya situs mereka menyediakan virtual tour lengkap tentang keadaan dan kehidupan kampus. Enak kan?
Beberapa universitas yang banyak mahasiswa Indonesia nya, antara lain: http://www.wisc.edu/ University of Wisconsin-Madison, http://www.washington.edu/ University of Washington.
Ditulis menggunakan Asus Eee PC 4G Black
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id
Kalau mereka tidak bisa mendapatkan paket "mewah" yang gratis seperti diatas, mereka lebih memilih masuk ke perguruan tinggi lokal yang biayanya sudah gila-gilaan saat ini. Saya sungguh menyayangkan "mentalitas" seperti ini. Ini adalah mentalitas orang "katrok" ala Tukul Arwana. Bahkan ada calon mahasiswa Indonesia yang menolak suatu paket beasiswa karena menganggap bahwa biaya hidup USD 800 per bulan yang didapatnya sebagai terlalu kecil dan mereka akan susah disana. Padahal anak-anak Indonesia adalah anak-anak pintar yang dijamin akan sukses kuliah disana kalau bisa fokus dan tekun.
Ada juga calon penerima beasiswa yang tidak mau mengambil beasiswanya karena tidak meng-cover istri dan anaknya yang mau ikut dibawa ke Amerika.
Sungguh menyedihkan... Namun saya tidak menyalahkan mereka-mereka ini. Kemungkinan terbesar penyebabnya adalah karena terbatasnya informasi mengenai lika-liku kehidupan perkuliahan diluar negeri, khususnya dalam hal ini di Amerika Serikat. Hal ini juga karena minimnya rekan-rekan yang sudah mengenal dunia belajar diluar sana untuk membagi pengalamannya di tanah air.
Bandingkan dengan calon-calon mahasiswa dari Cina dan India. Apakah anda pikir ribuan anak-anak muda Cina dan India yang bertaburan di perguruan tinggi di Amerika Serikat mendapatkan paket "mewah" seperti diatas. Tidak...! Mereka adalah orang-orang berani yang menganggap fase kuliah dalam hidupnya sebagai fase "bersusah-susah" dahulu untuk memetik kesuksesan nantinya. Bandingkan dengan filosofi orang Indonesia yang justru beranggapan bahwa masa kuliah berbeasiswa diluar negeri adalah masa indah sekali seumur hidup yang harus dinikmati.
Tapi ada juga yang lucu, para mahasiswa kita yang dapat beasiswa "mewah" di Amerika, Australia, Jepang, Eropa banyak yang berpikiran bahwa masa beasiswa adalah masa kesempatan emas untuk mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya sehingga bisa jadi modal hidup sewaktu pulang ke tanah air. Jadi, banyak yang kemudian bersusah-susah disana (makan mie instan, tidak jalan-jalan, dan berbagai bentuk penghematan ketat lain) supaya bisa mengumpulkan uang. Banyak yang sukses, sewaktu pulang mereka bisa beli mobil, beli rumah, dll.
Pola yang banyak dilakukan orang Cina dan India adalah dengan modal "nekad". Mereka mendaftar langsung ke universitas di Amerika Serikat melalui Internet. Pembayaran uang pendaftaran dsb dilakukan secara online dan proses awal ini tidak mahal, pengalaman saya sekitar USD 100, tergantung persyaratan masing-masing perguruan tinggi. Bagi yang kantongnya pas-pasan akan mencari perguruan tinggi "pinggiran" yang masuknya relatif mudah dan tidak mahal serta menyediakan berbagai kemudahan beasiswa. Namun rata-rata mereka tidak ngotot mencari beasiswa di semester awal karena memang terbatas. Ingat bahwa walaupun universitas kecil, standardnya tinggi.
Bila diterima, mulailah fase "susah" berikutnya. Mereka rata-rata sudah mengumpulkan uang cukup banyak sebelumnya untuk membayar uang kuliah tahap awal, bisa serendah-rendahnya USD 5000. Kemudian mereka mencari visa dimana salah satu jaminannya adalah ada orang/kerabat yang ada di USA yang akan menjamin mereka selama disana. Ini yang mungkin biasanya membuat banyak orang kita yang mundur. Memang dengan ikatan kekerabatan yang tinggi, orang India dan Cina menggunakan teman-temannya yang sudah banyak di Amerika untuk menjadi penjamin ini. Orang kita? Bisa dengan intensif mencari teman atau jaringan perkawanan lain disana. Rata-rata perkumpulan mahasiswa Indonesia disana memiliki forum diskusi online atau website, silahkan dikunjungi dan dihubungi langsung. Dengan modal surat diterima di perguruan tinggi sana plus adanya penjamin, visa bisa relatif mudah didapat.
Kemudian, berangkatlah... dengan harga tiket one-way dari Jakarta ke LA atau Seattle di pantai timur Amerika sekitar USD 600, kita akan sampai disana. Rekan-rekan mahasiswa lain yang ada di kota tujuan biasanya dengan senang hati menjemput dan memberi tumpangan sementara sebelum kita settle. Langsung urus administrasi kuliah, cari penginapan yang murah untuk 1 semester kedepan. Anda bisa dapat harga sewa kamar yang sangat rendah dengan bergabung dengan teman-teman Indonesia lain. Orang-orang India biasanya berkumpul 5-8 orang untuk menyewa rumah jelek 3-4 kamar seharga USD 700-800 per bulan, artinya bisa dibawah USD 100 per orang. Satu semester butuh USD 600.
Itu baru fase awal dari kesusahan para mahasiswa "nekad" tadi. Kesusahan berikut ada di masa perkuliahan, mereka harus berhasil mencetak nilai tinggi dan membuat para dosen professor kagum dengan kita. Kebanyakan mahasiswa Indonesia sangat berhasil di mata kuliah Matematika seperti Kalkulus yang sudah dipelajari di SMA, anak Amerika sangat lemah dibidang ini. Dekati sebanyak-banyaknya teman dan dosen. Sering-sering main ke kantor akademik, cari sebanyak-banyaknya informasi terutama beasiswa. Ada banyak sekali beasiswa tersedia disana yang sifatnya bukan beasiswa penuh, tapi partial. Daftarlah sesegera mungkin, kalau perlu dengan rekomendasi para profesor yang sudah kagum dengan anda tadi. Rata-rata beasiswa tidak membatasi hanya pada warga negara, bisa untuk siapapun yang memang pintar.
Untuk mencari tambahan pendapatan, carilah pekerjaan. Kalau tidak ada yang legal, carilah pekerjaan gelap. Banyak sekali pekerjaan kasar yang tidak disukai orang lokal. Rajinlah bertanya ke teman-teman dan keliling melihat lowongan. Dijamin dalam waktu singkat anda akan bisa mendapatkan pekerjaan dengan gaji lumayan. Pekerja di McD misalnya akan mendapatkan sekitar USD 2 per jam. Kerja 6 jam per hari, 5 hari seminggu sudah sangat lumayan untuk membantu bayar kost. Ingat bahwa masa ini adalah masa susah, tekanlah pengeluaran seminim mungkin.
Ketika masuk semester 2 dengan nilai cemerlang (seperti yang didapat anak India dan Cina), maka anda dipastikan bisa dapat beasiswa yang jumlahnya sangat lumayan untuk meng cover biaya kuliah. Pada saat itu juga anda sudah bisa menyesuaikan dengan keadaan disana, punya banyak teman dan sudah mengenal trik-trik mengatasi kesulitan hidup disana. Dijamin kalau anda cerdik dan tekun, uang kiriman orang tua akan tidak diperlukan lagi. Bahkan banyak orang Indonesia (juga India dan Cina) mulai bisa mengirim uang untuk membantu keluarganya di tanah air. Ingat bahwa nilai dollar lebih tinggi dari rupiah.
Setelah selesai, lulusan asal Indonesia yang pintar akan dengan mudah mendapatkan pekerjaan di Amerika dengan gaji yang lumayan, tentu saja dengan syarat jangan memilih-milih kerjaan. Gaji yang didapat jauh sekali nilainya dibanding lulusan S1 di Indonesia. Dan bisa kemudian anda memutuskan untuk pulang ke tanah air, modal ijazah Amerika dan pengalaman kerja disana akan mempertinggi "nilai jual" anda saat mencari kerja dimanapun.
Dijamin investasi awal anda akan "impas", sama dan mungkin bahkan lebih "bermakna" dibanding anda mendapatkan paket beasiswa penuh. Selanjutnya? Terserah anda...
Tentu saja banyak penyederhanaan dari cerita saya diatas. Namun yang terpenting niat saya adalah memberikan persepsi baru kepada calon mahasiswa Indonesia bahwa niatan sekolah keluar negeri bukanlah sesuatu yang eksklusif untuk orang kaya dan orang pintar yang "beruntung" bisa dapat paket beasiswa penuh. Kuliah di Boston University misalnya, bukanlah sesuatu yang sangat sulit. Prinsipnya sama saja dengan kuliah di UGM misalnya.
Mungkin ada cerita-cerita kontradiktif dari teman-teman di Australia, Eropa atau Jepang. Perlu saya tambahkan bahwa Amerika Serikat adalah negeri kapitalis murni yang jauh lebih open dibanding negara lain. Dibanyak hal, aturan dan hukum juga lebih "longgar". Silahkan lihat sendiri. Amerika juga menawarkan berbagai kemudahan bagi para pendatang yang dalam banyak hal tidak dibedakan dengan warga negaranya sendiri.
Syarat lain yang penting dipersiapkan sedini mungkin adalah kemampuan bahasa Inggris. Usahakan maksimal agar TOEFL score anda minimal 600 pada saat mendaftar kuliah. Ini akan sangat membantu anda mempermudah urusan lain, termasuk membuat anda jauh lebih percaya diri menghadapi masa transisi di semester awal di dunia yang sama sekali berbeda, dunia dengan bahasa berbeda. Percayalah, 600 bisa anda dapat dengan kerja keras.
So? Why wait...
Update:
Silahkan masuk ke situs AMINEF http://aminef.or.id yang memiliki informasi terlengkap mengenai sekolah di Amerika Serikat serta berbagai tawaran beasiswa full maupun partial.
Kemudian cari sendirilah situs universitas di Amerika Serikat yang sekiranya cocok dengan kebutuhan anda, biasanya mereka selalu menggunakan domain EDU seperti misalnya http://osu.edu/ yang merupakan situs Ohio State University (salah satu perguruan tinggi disana dengan banyak mahasiswa asal Indonesia). Jika telah menemuinya, masuklah ke link yang berbunyi "future students" atau "prospective students" atau "international students". Dari sini, akan dengan mudah akan anda dapatkan segala info tentang cara mendaftar tanpa harus datang kesana.
Jangan lupa juga untuk selalu mencari info "financial aid" atau "student employment opportunity", ini semua untuk mencari beasiswa. Kalau ingin tahu kehidupan kampus tanpa harus kesana, biasanya situs mereka menyediakan virtual tour lengkap tentang keadaan dan kehidupan kampus. Enak kan?
Beberapa universitas yang banyak mahasiswa Indonesia nya, antara lain: http://www.wisc.edu/ University of Wisconsin-Madison, http://www.washington.edu/ University of Washington.
Ditulis menggunakan Asus Eee PC 4G Black
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id
Categories: Blog Urang Samarinda
Cara Membuka Situs Porno
Saya suka memperhatikan data tracking dari mana saja para pengunjung bisa datang dan melihat tulisan di blog saya (disebut referrer site). Yang sering saya perhatikan adalah data dari hasil pencarian di Google yang mengantarkan mereka ke blog saya. Kita bisa melihat keyword yang diketikkan di Google untuk mencari sesuatu. Yang sering saya lihat datang ke blog saya adalah dari pencarian memakai keyword "download film fitna" atau "calon gubernur kaltim" atau "download harry potter pdf".
Malam ini saya ketawa terbahak-bahak ketika menemukan seseorang pengunjung mengetikkan keyword "cara buka situs porno". Yang ditemukan adalah tulisan di blog saya berjudul "Memblokir Situs Porno, Mungkinkah?"
Yang jelas pengunjung tersebut pasti tidak menemukan cara yang dia cari di tulisan saya tadi. Ini sekali lagi membuktikan bahwa buanyak sekali orang diluar sana yang gentayangan di Internet untuk mencari-cari situs yang tidak baik. Tapi mungkin itulah dinamikanya :-)
Update:
Satu lagi ada orang nyasar ke tulisan blog saya, isi keywordnya "situs porno sex komersial". Wuahhh... ini lebih sadis lagi. Lama-lama saya pikir Menkominfo pasti punya pengalaman jelek dengan begitu "bernafsunya" orang Indonesia masuk ke Internet untuk mencari hal-hal semacam ini.
Update:
Ada lagi yg payah juga, orang ini mengetikkan "cara masuk situs sex" di Google, dan akhirnya masuk ke perangkap tulisan saya ini. Yang lain mencari "porno Indonesia" di Yahoo! Search, masuk juga ke tulisan ini. Ada juga yang baru masuk, keyword nya "daftar blog porno indonesia", halaaah...
Kadang-kadang suka kuatir juga dengan kelakuan orang-orang di Internet, kuatir bahwa manfaat positif Internet bisa dengan mudah menjadi bola salju dari dampak negatif yang bisa merusakkan segalanya. Mudah-mudahan tidak demikian.
Tapi jangan kuatir, orang Indonesia tidak termasuk bangsa yang senang mencari kata "sex" di search engine, silahkan lihat tulisan saya sebelum ini "Top Countries To Search On Sex & Jihad".
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id
Malam ini saya ketawa terbahak-bahak ketika menemukan seseorang pengunjung mengetikkan keyword "cara buka situs porno". Yang ditemukan adalah tulisan di blog saya berjudul "Memblokir Situs Porno, Mungkinkah?"
Yang jelas pengunjung tersebut pasti tidak menemukan cara yang dia cari di tulisan saya tadi. Ini sekali lagi membuktikan bahwa buanyak sekali orang diluar sana yang gentayangan di Internet untuk mencari-cari situs yang tidak baik. Tapi mungkin itulah dinamikanya :-)
Update:
Satu lagi ada orang nyasar ke tulisan blog saya, isi keywordnya "situs porno sex komersial". Wuahhh... ini lebih sadis lagi. Lama-lama saya pikir Menkominfo pasti punya pengalaman jelek dengan begitu "bernafsunya" orang Indonesia masuk ke Internet untuk mencari hal-hal semacam ini.
Update:
Ada lagi yg payah juga, orang ini mengetikkan "cara masuk situs sex" di Google, dan akhirnya masuk ke perangkap tulisan saya ini. Yang lain mencari "porno Indonesia" di Yahoo! Search, masuk juga ke tulisan ini. Ada juga yang baru masuk, keyword nya "daftar blog porno indonesia", halaaah...
Kadang-kadang suka kuatir juga dengan kelakuan orang-orang di Internet, kuatir bahwa manfaat positif Internet bisa dengan mudah menjadi bola salju dari dampak negatif yang bisa merusakkan segalanya. Mudah-mudahan tidak demikian.
Tapi jangan kuatir, orang Indonesia tidak termasuk bangsa yang senang mencari kata "sex" di search engine, silahkan lihat tulisan saya sebelum ini "Top Countries To Search On Sex & Jihad".
Mohamad Adriyanto | http://adriyanto.or.id
Categories: Blog Urang Samarinda
Navigation
Program SMS
Recent comments
- Lomba ICT
11 weeks 4 days ago - Dokumentasi Foto
14 weeks 5 days ago - kaget
15 weeks 6 days ago - Haaaa ini....????
17 weeks 3 days ago - Ga Usah Banyak Cing Cong
17 weeks 6 days ago - saya mau komentar persiapan pon disamarinda
21 weeks 3 hours ago - Ganti alamat
21 weeks 1 day ago - da yang kenal ma priskila gak?
21 weeks 1 day ago - << tanya >>
21 weeks 6 days ago - Bagaimana memasarkan produk kita untuk kota Samarinda
22 weeks 4 days ago
SC Feature
Resources
Mitra SC



