Search the Site:
Advanced“Melalui Food for Work, kita mengajarkan untuk memahami bahwa, meski Allah sudah mengatur rezeki tiap makhluk, namun setiap yang hidup di dunia ini tetap wajib mengusahakannya dengan cara-cara yang baik,” ujar Wakil Walikota Samarinda H Syaharie Jaang ketika mewakili walikota mencanangkan program Food for Work di Langgar Darul Hijrah Jl A Wahab Syahrani Gg 4, Sempaja Selatan, Samarinda Utara, Senin (7/9).
Ia menyebutkan, dari kegiatan tersebut setidaknya ada 3 hal yang esensial, yakni pertama memberi kesempatan kepada para fakir miskin untuk merasakan berkah ramadhan melalui ketersediaan sembako, sehingga mereka lebih punya waktu untuk beribadah.
Kedua, lanjutnya, menumbuhkan etos kerja dan mental mandiri di kalangan masyarakat dhuafa sekaligus membangun partisipasi aktif dalam memelihara fasilitas umum.
“Terakhir, bahwa untuk menumbuhkan kesadaran di kalangan umat bahwa problem kemiskinan adalah tanggung jawab bersama, yang pelaksanaannya dapat disalurkan melalui BAZ,” tandasnya.
Syaharie menegaskan uang dari zakat ini tepat sekali disalurkan kepada mereka, apalagi bukan sekada menadahkan tangan.
”Mereka bekerja mengecat langgar, kemudian dibayar dengan natura dan perlengkapan ibadah senilai Rp 450 ribu. Sesuai nama programnya, Food for Work, yang arti simpelnya bekerja kemudian mendapatkan bayaran berupa natura, jadi buka sekadar menadahkan tangan.
Sementara, ketua BAZ kota Samarinda Drs H Asmuni Ali mengemukakan program tersebut dilakukan di seluruh kecamatan di Samarinda, dimana setiap kecamatan mendapat jatah satu langgar untuk dilakukan pengecatan.
“Sistemnya, kita akan beri uang Rp 1 juta untuk beli cat, kemudian upahnya kita yang tanggung, dimana setiap pekerjaan dilakukan oleh 5 orang di setiap Langgar. Jadi sebanyak 30 orang yang mendapatkannya. Kita pun berencana untuk menyantuni 634 petugas kebersihan kota Samarinda,” ungkap Syaharie.
Begitu pula anggota PMK yang muslim, hingga guru ngaji yang mendatangi ke rumah.
Dikatakan juga, program pengecatan ini diawali di Langgar Darul Hijrah Sempaja Selatan, besok menyusul di kecamatan lainnya, yang masing-masing mendapat jatah satu langgar.
“Banyak hal yang kami programkan, tapi ujungnya terkendala dana. Apalagi sudah menjadi kebiasaan, warga selalu membayar zakatnya setiap Ramadhan. Sebenarnya tak perlu menunggu Ramadhan, kalau memang sudah harus bayar dan nilai mencukup, bayar aja zakatnya melalui BAZ,” seru Asmuni.
Disamping itu, sebutnya untuk mendekatkan muzaki dan mustahiq, BAZ kota Samarinda mendirikan 9 gerai zakat, yakni Jl Juanda 2 gerai, Jl Kesuma Bangsa 2 gerai dan 1 di sekretariat BAZ, dan masing-masing satu gerai di Jl Agussalim, Awang Long dan Basuki Rahmat. (hms6)
Original Link http://www.sapos.co.id/berita/index.asp?IDKategori=291&id=12128
Reply
| « | March 2010 | |||||
|---|---|---|---|---|---|---|
| Sun | Mon | Tue | Wed | Thu | Fri | Sat |
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | |
| 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 |
| 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 |
| 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 |
| 28 | 29 | 30 | 31 | |||



