Search the Site:
AdvancedDengan ditiadakannya program ini, menuai beragam komentar dari anak muda Samarinda. Mulai dari yang menolak namun hanya tak berdaya, ada juga yang biasa-biasa saja. Ada juga yang setuju. Semuanya disampaikan dengan beragam alasan.
"Kalau enggak ada midnight-nya, ya otomatis ada yang berasa kurang. Soalnya selama ini, biasanya kalau ada film baru yang bagus pasti aku nontonnya bareng-bareng sama teman di midnight-nya. Selain karena malas ngantre di hari biasa, kebetulan midnight kan malam Minggu. Jadi besoknya juga libur. Jadi bisa buat refreshing," kata Aditya, salah satu mahasiswa Universitas Mulawarman.
Berbeda dengan Adit, Reni malah terkesan biasa-biasa saja. "Ya midnight dengan penayangan biasa kan sama saja filmnya. Cuma beda di waktu penayangannya saja. Buat aku sih nggak ada masalah sih," ungkapnya.
Sedangkan untuk mereka yang mewakili kelompok masyarakat yang setuju, lebih mengedepankan efek samping yang dihasilkan apabila menonton film dalam penayangan Midnight. "Aku sih enggak masalah buat mereka yang pacaran di dalam bioskop waktu penayangan midnight. Cuma kalau nonton film midnight itu, biasanya membuat kita keluar rumah sampai larut malam. Lagipula, kalau ngantuk, enggak bisa nikmati film," kata Dewi yang mengaku suka menonton film horor bersama temannya.
Ketiga argumen ini bisa dibilang mewakili respon semua kalangan pecinta film dan hiburan di Samarinda yang ditujukan kepada kebijakan manajemen Cineplex 21. Hanya saja terlihat adanya efek drastis dari diberlakukannya kebijakan ini. Di mana kegiatan pemutaran perdana, pembelian tiket secara komputerisasi maupun aktivitas mengantrenya tetap berlangsung seperti biasa.
Sampai saat ini belum ada alasan pasti mengapa pemutaran midnight dihentikan oleh Cineplex 21. "Saya belum tahu alasannya kenapa, tapi yang jelas dalam satu hari kita sudah enam kali tayang. Mungkin karena perubahan operasional ini jadi sekalian saja midnight ditiadakan," ungkap salah satu staf manajemen.
Alasan teknis ini dianggap masuk akal bagi rasio kinerja Cineplex. Namun bagaimanapun juga efek yang paling terasa dari penghentian penayangan midnight sementara ini adalah anak muda Samarinda kehilangan salah satu pilihan tempat untuk bermalam mingguan. (lee)
Original Link http://www.sapos.co.id/berita/index.asp?IDKategori=279&id=99018
Reply
- Lomba ICT
14 weeks 2 days ago - Dokumentasi Foto
17 weeks 2 days ago - kaget
18 weeks 3 days ago - Haaaa ini....????
20 weeks 1 day ago - Ga Usah Banyak Cing Cong
20 weeks 4 days ago - saya mau komentar persiapan pon disamarinda
23 weeks 4 days ago - Ganti alamat
23 weeks 6 days ago - da yang kenal ma priskila gak?
23 weeks 6 days ago - << tanya >>
24 weeks 4 days ago - Bagaimana memasarkan produk kita untuk kota Samarinda
25 weeks 1 day ago



