KEBERADAAN Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Kelurahan Gunung Lingai Samarinda Utara, asuhan Ibu Rina Ruslan dengan mengelola Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Waja (Wadah Pembinaan Remaja) diharapkan sebagai upaya terobosan mencetak anak-anak cerdas dan saleh di kelurahan tersebut.

”PKBM ini sudah berdiri 3 tahun dan telah berkembang pesat, bahkan akan membentuk Majelis Taklim. Kita selaku aparat pemerintah di kelurahan mengharapkan RT lain bisa mencontoh kegiatan positif ini,” ujar Lurah Gunung Lingai Maryati, di sela-sela acara malam ramah tamah tamah yang menghadirkan Pondok Dongeng Kaltim bagi anak-anak PAUD baru-baru ini.

Maryati menyebutkan, usia di bawah lima tahun (balita) merupakan masa paling kritis dan paling menentukan dalam pembentukan karakter dan kepribadian seseorang. Termasuk dalam pengembangan inteligensinya. Namun sayang, banyak orangtua belum memahami hal itu.

"Bagi orangtua, kita harap bisa mengaktifkan anaknya di kegiatan PAUD,” tandasnya.

Maryati juga tak bosan-bosan mengingatkan mayarakat, pentingnya pendidikan watak diberikan pada usia dini. Pendidikan itu, menurut dia, akan berguna bukan hanya di masa kanak-kanak namun juga setelah dewasa.

Ia mengimbau para orangtua dan pendidik untuk tidak bosan memberikan nasihat, teladan, ruang pilihan, dan kesempatan untuk mengambil keputusan kepada anak.

“Di PKBM juga ada pembinaan bagi anak remaja. Untuk itu kita harapkan keaktifan dari warga,” tandasnya lagi.

Disebutkannya, anak-anak usia 3 tahun diberikan belajar membaca dan bermain, serta kegiatan yang bisa memotivasi kreativitasnya. Anak-anak SD usia 6-12 tahun diberikan pendidikan berupa belajar mengaji, Iqro, salat, dan lainnya.

Menariknya lagi juga diberikan pendidikan keterampilan kepada ibu-ibu rumah tangga, yaitu pendidikan berupa kejar Paket A, B dan C, serta pelatihan ketrampilan seperti salon kecantikan, pelatihan menjahit dan kerajinan membuat manik-manik serta membuat panganan yang bisa dijual untuk menambah penghasilan keluarga.

Sedang pembinaan kepada anak usia SMP dan SMA diberikan kegiatan berupa pendidikan kesenian, ketrampilan dan pengetahuan tentang kenakalan remaja, narkoba, dan miras. Juga membaca Alquran seperti Iqro dan kesenian Islami. Bahkan akan dikembangkan lagi dengan membentuk Majelis Taklim Remaja.(hms6)

Original Link http://www.kaltimpost.web.id/berita/index.asp?Berita=Samarinda&id=256672

Average rating
(0 votes)

Reply

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd><br> <br/> <p> <img>
  • Lines and paragraphs break automatically.
More information about formatting options