Search the Site:
Advanced"Disdik kami harapkan segera menyusun format PSB. Paling tidak akhir Mei sudah selesai sehingga bisa cepat disosialisasikan," sarannya.
Ditegaskan juga, ketika menyusun format PSB Disdik hendaknya mengacu kepada aspirasi yang berkembang di masyarakat. Sehingga kebijakan PSB yang diberlakukan mampu mengakomodir kepentingan semua pihak.
Secara pribadi,Sarwono lebih sependapat sistem PSB tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sekolah penerima cukup mengacu pada data komputerisasi hasil ujian akhir. "Jadi setiap sekolah penyelenggara PSB tinggal mematok standar nilai kelulusan. Misalnya SMP Negeri I mematok standar nilai berapa, nanti mereka tinggal minta data komputer hasil pemeriksaan ujian akhir," jelasnya.
Begitu juga dengan sekolah lain. Mereka berhak mematok standar nilai ujian akhir calon siswa yang akan diterima. Formatnya mirip sistem rangking. Calon siswa dengan nilai akhir ujian tertinggi secara otomatis paling diprioritaskan.
"Tentu dalam prosesnya, sekolah harus bersikap transparan," pesannya.
Jauh-jauh hari,Sarwono mengingatkan pelaksanaan PSB tahun ini hendaknya calon siswa menghindari pola-pola spekulasi. Mendaftar di beberapa sekolah sekaligus dengan harapan bisa diterima salah satu di antaranya. "Hendaknya, calon siswa fokus mendaftar di satu sekolah. Sekolah mana yang paling diinginkan," jelasnya.
Sementara Anggota Komisi IV Dicky Susanto menegaskan, ini seharusnya menjadi momen pemberdayaan rayon Disdik agar sekolah di Samarinda punya standar yang sama. Bukannya memperdebatkan sistem PSB. "Mestinya kita mulai berpikir bagaimana rayon bisa lebih berdaya, supaya mutu pendidikan sekolah di bawah naungannya memenuhi standar," terangnya.
Menurutnya, fasilitas gedung sekolah di Samarinda, khususnya gedung SD dan SMP sudah memadai dan penyebarannya merata di semua kawasan. "Tantangan kita justru bagaimana supaya standar guru bisa merata, semua sekolah dilengkapi fasilitas belajar mengajar memadai seperti laboratorium dan perpustakaan,” jelasnya.
Menurutnya, kalau rayon Disdik bisa memperjuangkan kesetaraan antara sekolah pinggiran dan di pusat kota, masyarakat tidak perlu lagi berebut mendaftarkan putra-putrinya ke sekolah-sekolah favorit. Cukup di sekolah yang ada di rayon mereka.(eri)
Original Link http://www.kaltimpost.web.id/berita/index.asp?Berita=Samarinda&id=257482
Reply
- Lomba ICT
11 weeks 4 days ago - Dokumentasi Foto
14 weeks 5 days ago - kaget
15 weeks 6 days ago - Haaaa ini....????
17 weeks 3 days ago - Ga Usah Banyak Cing Cong
17 weeks 6 days ago - saya mau komentar persiapan pon disamarinda
21 weeks 3 hours ago - Ganti alamat
21 weeks 1 day ago - da yang kenal ma priskila gak?
21 weeks 1 day ago - << tanya >>
21 weeks 6 days ago - Bagaimana memasarkan produk kita untuk kota Samarinda
22 weeks 4 days ago



